Pemkab Indramayu Tetapkan Status KLB Covid-19, Tapi Masih Masuk Kategori Zona Kuning

Penetapan status KLB ini mengacu pada pedoman Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes.

TribunCirebon/Handhika Rahman
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Pemerintah Kabupaten Indramayu menetapkan status kejadian luar biasa setelah ada pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Indramayu.

"Statusnya KLB tapi masih zona kuning. Kami tentukan itu dulu," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, kepada Tribuncirebon.com, Kamis (9/4/2020).

Deden Bonni Koswara mengatakan, penetapan status KLB ini mengacu pada pedoman Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes.

Untuk meningkatkan status menjadi zona lebih tinggi seperti oranye atau merah, kata Deden, harus terdapat transmisi lokal penyebaran virus corona di Kabupaten Indramayu. Dengan kata lain, penyebaran virus corona itu berasal dari Kabupaten Indramayu lalu memaparkan ke masyarakat lainnya.

Sedangkan kasus yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19 Kabupaten Indramayu, disebutkan Deden Bonni Koswara, dikarenakan pasien yang bersangkutan baru pulang dari daerah transmisi lain sehingga membuatnya positif terpapar virus corona.

Hal inilah membuat Kabupaten Indramayu hingga saat ini masih mempertahannya status zona kuning penyebaran Covid-19.

Dalam mencegah agar tidak ada lagi pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19, Pemkab Indramayu meminta masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), istirahat cukup, dan makan makanan gizi seimbang. Kemudian disiplin melakukan social dan physical distancing.

Masyarakat diminta menghindari kerumunan massa dan tidak pergi kemana-mana selama tidak perlu terutama ke zona merah atau transmisi lokal.

"Dan, yang sangat penting saat ini memakai masker jika bepergian untuk menahan penularan dari orang dengan carrier (pembawa)," ujar dia. (*)

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Sugiri
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved