Klien Bapas Kelas I Cirebon yang Tidak Mengikuti Bimbingan Online Terancam Dikembalikan ke Lapas

Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Cirebon mendapat 435 klien tambahan sejak 1 - 7 April 2020.

tribunjabar/ahmad imam baehaqi
Ilustrasi: Seorang klien saat menjalani bimbingan konseling di Bapas Kelas I Cirebon, Jl Wahidin, Kota Cirebon, Kamis (27/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Cirebon mendapat 435 klien tambahan sejak 1 - 7 April 2020.

Seluruh klien tambahan itu merupakan warga binaan yang mendapat bebas bersyarat berdasarkan Permenkumham RI Nomor 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi bagi Narapidana dan Anak, dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

Menurut Kepala Bapas Kelas I Cirebon, Nuridin, 435 klien itu berasal dari sejumlah Lapas dan Rutan di Wilayah III Cirebon serta pelimpahan dari Bapas lainnya.

Mendapat 435 Klien Tambahan, Bapas Kelas I Cirebon Berlakukan Bimbingan Secara Online

"Selanjutnya mereka diwajibkan mengikuti bimbingan dan wajib lapor meski sudah dikembalikan ke rumah masing-masing," ujar Nuridin saat ditemui di Bapas Kelas I Cirebon, Jalan Wahidin, Kota Cirebon, Kamis (9/4/2020).

Ia mengatakan, jika klien tidak mengikuti jadwal bimbingan yang telah ditetapkan maka terancam dikembalikan ke Lapas maupun Rutan asalnya.

Karenanya, pihaknya mengimbau seluruh klien yang mendapat bebas bersyarat itu mengikuti bimbingan sesuai jadwalnya masing-masing.

Menurut dia, bimbingan itupun sekaligus menjadi cara pemantauan dan wajib lapor para klien selama menjalani program reintegrasi masyarakat.

"Untuk teknis bimbingan selama pandemi Covid-19 ini dilakukan secara online," kata Nuridin.

Nuridin mengatakan, dalam bimbingan online itu para klien cukup berkomunikasi melalui telepon, video call, maupun pesan instan dengan pembimbingnya.

Mereka tidak perlu lagi datang langsung ke Bapas Kelas I Cirebon sehingga bimbingan tersebut dinilai lebih praktis karena bisa dilakukan di rumahnya masing-masing.

"Kami pastikan kalau tidak mengikuti bimbingan klien terancam dikembalikan ke Lapas ataupun Rutan," ujar Nuridin.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved