Wabah Virus Corona

PSBB Diberlakukan, Ojek Online Masih Boleh Angkut Penumpang

Adapun perihal operasional taksi konvensional maupun taksi online, akan diberlakukan pembatasan penumpang per kendaraan.

gani kurniawan/tribun jabar
Driver ojek online membawa penumpang di pertigaan Jalan Cangkuang, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Senin (6/4/2020). Polri menghimbau kepada pengendara motor di Indonesia agar tidak membawa penumpang atau berboncengan sejak Operasi Simpatik 2020. Himbauan tersebut untuk memutus rantai virus corona (Covid-19). 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Menyusul jadwal Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Jumat (10/4), Gubernur DKI Anies Baswedan belum melarang operasional ojek online (ojol) untuk angkut penumpang.

Hal ini disampaikan dalam konferensi pers yang berlangsung di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat Selasa (7/4/2020) malam.

Pada kesempatan itu, awak media menanyakan soal pengaruh status PSBB terhadap operasional ojek online, khususnya jasa mengantar penumpang.

Alih-alih menjawab persoalan tersebut, Anies hanya menegaskan pada saat ini Pemprov DKI baru mengatur jasa delivery barang untuk kendaraan roda empat, serta kapasitas tampung penumpang bagi mobil.

"Untuk delivery barang itu confirm boleh, kendaraan roda empat itu untuk membawa penumpang itu boleh tapi dibatasi penumpangnya. Sampai di situ aja," ungkap Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2020) malam.

Adapun perihal operasional taksi konvensional maupun taksi online, akan diberlakukan pembatasan penumpang per kendaraan.

Namun teknis aturannya masih dilakukan perincian.

"Ketika ini (PSBB) diberlakukan, maka ada batas jumlah orang yang naik di kendaraan itu. Nanti diatur dalam peraturannya secara detail, tapi akan ada pembatasan jumlah penumpang per kendaraan," ungkap Anies.

Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved