Camilan Khas Ciamis Galendo Juga Tersengat Wabah Corona, Sebulan Hanya Laku 10 Kilogram

Makanan khas Ciamis galendo juga tersengat mewabahnya virus corona. Penjualan turun drastis.

Tribun Jabar/Andri M Dani
Gara-gara merebaknya wabah corona, omzet penjualan galendo di Pasar Manis Ciamis anjlok drastis. Sudah sebulan ini makanan khas asli Ciamis tersebut sepi pembeli. 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Sejak virus corona mewabah, galendo (camilan tradisonal khas Ciamis( pun merasakan sengatannya.

Sejumlah penjual galendo di Pasar Manis Ciamis mengeluhkan omzet penjualan yang anjlok sejak virus corona mewabah.

Seperti yang dialami Iim Rohimah (43), seorang pedagang galendo di Blok C Pasar Manis Ciamis.

“Sekarang sejak ada corona, yang beli galendo sepi pisan. Dalam seminggu ini hanya ada dua orang yang beli (galendo),” ujar Iim Rohimah Rabu (8/4/2020).

Padahal dalam kondisi normal, kata Iim, setiap akhir pekan mulai hari Kamis sampai Minggu ia bisa menjual sekitar 50 kg galendo.

“Tapi dalam sebulan ini hanya bisa menjual 10 kg galendo. Yang biasanya 50 kg per minggu, sekarang sudah sebulan baru laku 10 kg. Omzet galendo benar-benar turun drastis,” katanya.

Omzet penjualan galendo, ucapnya, turun drastis sejak anak-anak sekolah diliburkan dan para PNS bekerja di rumah mulai Senin (16/3).

Orang-orang mulai jarang bepergian, termasuk wisatawan yang ke Pangandaran yang biasanya mampir di Ciamis untuk beli galendo.

“Umumnya yang  beli galendo di pasar ini kan orang dari Bandung yang lagi ke Ciamis. Atau orang Ciamis yang mau ke Bandung biasanya beli galendo untuk oleh-oleh. Tapi sekarang kan orang semakin jarang ke bepergian apalagi dari Bandung, tentu saja penjualan galendo semakin sepi,” keluh Iim.

Padahal harga galendo khas Ciamis, katanya, selama setahun ini tak pernah naik alias stabil.

Menurut Iim, pemburu galendo di Pasar Manis Ciamis kebanyakan memang pemudik atau warga dari Bandung. Berikut juga dari Cirebon.

Meski juga menyediakan galendo rasa variasi (varian) namun galendo orisinal paling banyak dicari. Berikut juga minyak kletik.

Iim mendatangkan galendo asli Ciamis tersebut dari perajin galendo di Lingkungan Rungki Cigembor.

Dalam kondisi normal, waktu marema (panen) jualan galendo bagi para pedagang galendo di Pasar Manis Ciamis adalah saat liburan Lebaran.

Setiap liburan Lebaran kata Iim ia bisa menjual 3 kuintal galendo bahkan kadang lebih. Menjelang puasa (munggahan) biasanya juga banyak yang mencari galendo.

“Sekarang sudah mau munggahan, tapi kondisi sekarang benar-benar sepi gara-gara corona. Mudah-mudahan lebaran nanti kondisi sudah kembali normal, mudah-mudahan coronanya segera reda,” harap Iim.

Bacaan Niat Salat Nisfu Syaban Malam Ini, Lengkap dengan Doa yang Harus Dibaca

Penulis: Andri M Dani
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved