Tahap Awal, Ternyata Baru Enam Pasar Online di Kota Bandung yang Sudah Beroperasi

Dikatakan Panca, skema pasar online ini masih dalam tahap penyempurnaan. Terpenting, kata dia, warga sudah mengetahui rencana pasar online tersebut.

TRIBUN JABAR/Yongky Yulius
Seorang pedagang menjual beras di Pasar Cihapit, Kota Bandung. Di pasar ini, warga sudah bisa membeli barang kebutuhan secara online. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Layanan pasar online di Kota Bandung belum beroperasi semuanya. Dari 23 pasar yang disiapkan, hanya beberapa yang sudah melayani masyarakat sejak Senin (6/42020). Saat ini pihak Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Bandung masih mendata pedagang.

Direktur Operasional PD Pasar, Panca Saktiadi, mengatakan baru Pasar Cihapit, Gedebage, Karapitan, Sadang Serang, Kosambi, dan Cijerah yang sudah memberikan layanan belanja online bagi pembeli.

"Kami terus upayakan. Mudah-mudahan minggu ini semua sudah buka. Masih tahap penyempurnaan. Setiap hari kami update terus. Saya belum cek lagi pasar mana lagi yang sudah jalan," ujar Panca saat dihubungi, Selasa (7/4/2020).

Dikatakan Panca, skema pasar online ini masih dalam tahap penyempurnaan. Terpenting, kata dia, warga sudah mengetahui rencana pasar online tersebut.

Setelah beroprasi semua, warga akan dipersilakan untuk menikmati layanan belanja online melalui telepon atau pesan elektronik WhatsApp ke hotline masing-masing pasar.

"Ini masih versi peratama. Nantinya akan ada peningkatan pelayanan yang lebih baik lagi. Versi pertama ini kami sudah menyediakan hotline. Yang penting sekarang ini tersosialisasikan dulu nomor hotline masing-masing pasarnya," katanya.

Untuk teknis pemesanannya, kata dia, warga yang ingin belanja kebutuhan pokok di pasar melalui layanan online tidak perlu menyesuaikan lokasi antara tempat tinggal dengan pasar yang dituju.

"Terserah pelanggan saja, paling nanti pengaruhnya ke waktu dan ongkos kirimnya. Jadi belum tentu juga orang Kosambi belanjanya di Pasar Kosambi, tidak ada zonasi," katanya.

Semua pesanan pembeli, kata Panca, akan diantarkan langsung ke alamat pemesan oleh ojek online atau petugas dari pekerja harian lepas di masing-masing pasar.

"Teknisnya, tinggal telepon ke hotline masing-masing pasar. Kualitasnya (belanjaan) juga kami cek dulu, ada quality control-nya," katanya.

Saat ini, kata Panca, setiap pasar baru menyediakan dua petugas untuk mengantarkan belanjaan pembeli. Jumlah petugas akan terus bertambah sesuai dengan kebutuhan setiap pasar.

Masker Kain Bisa Cegah Penularan Covid-19, Begini Aturan Pasang dan Bukanya

Pemkot Bandung Resmi Buka Pasar Online, Cukup Pesan Pakai WA Barang Diantar ke Rumah

"Untuk sementara masih pakai staf yang ada atau ojek yang biasa ngetem di pasar yang kenal oleh pasarnya itu sendiri. Kami usahakan di setiap pasar itu dua petugas. Ini bertahap karena yang pesan juga baru sedikit, tergantung permintaan saja. Kalau banyak, petugasnya dibanyakin juga," ucapnya.

Ia memastikan pembeli tidak akan menunggu kedatangan belanjaan terlalu lama. Sebab, kata dia, petugas akan langsung mengantarkan belanjaan setelah semua barang siap.

"Seperti di Pasar Cihapit, begitu sudah ambil belanjaan dari pedagang, dicek dulu kualitasnya oleh kepala pasar, baru dikirim. Harganya juga sama (hargan pasar)," katanya. (*)

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Sugiri
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved