Kata Pengamat, Pasar Online di Kota Bandung Bisa Menjadi Rujukan Harga Kebutuhan

Harga kebutuhan pokok yang dijual di pasar online ini, kata dia, minimal harus sama dengan yang dijual di pasaran.

ISTIMEWA / DOKUMENTASI PRIBADI FACEBOOK
Acuviarta Kartabi, pengamat ekonomi Universitas Pasundan (Unpas). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pengamat ekonomi dari Universitas Pasundan (Unpas) Acuviarta Kartabi menilai, kehadiran pasar online di Kota Bandung tidak akan berdampak besar pada peningkatan penjualan pedagang.

Menurut Acuviarta, kapasitas atau volume yang diperdagangkan secara online dari Perusahaan Daerah (PD) Pasar itu sangat terbatas, sehingga tidak akan berdampak besar pada pendapatan pedagang.

"Artinya, untuk pedagang yang ada di pasar, kontribusinya sangat kecil," ujar Acuviarta saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (7/4/2020).

Meski begitu, kata dia, kehadiran pasar online ini minimal dapat menjadi alat stabilisasi harga, sehingga masyarakat punya rujukan harga kebutuhan pokok di pasaran.

"Bisa sebagai alat koreksi harga agar kondisi harga di pasar juga tidak spekulatif, apalagi akan memasuki Ramadan yang secara history biasanya harga kebutuhan pokok itu meningkat. Apalagi sekarang ada dampak virus corona," katanya.

Pemerintah Kota Bandung, melalui PD Pasar, kata dia, harus bisa memberikan harga yang kompetitif kepada para pembeli. Sebab, jika harganya di luar pasaran maka itu akan menyusahkan masyarakat.

"Jadi bukan hanya kemudahan pada kondisi hari ini, di mana orang dilarang banyak beraktivitas, kehadiran pasar online ini akan membantu memudahkan kebutuhan masyarakat. Kedua, seberapa besar kompetitif harganya. Kalau tidak kompetitif, saya kira tidak akan mumpuni lah," ucapnya.

Harga kebutuhan pokok yang dijual di pasar online ini, kata dia, minimal harus sama dengan yang dijual di pasaran. Sebab, sudah banyak supermarket atau pasar modern yang memberikan layanan pembelian secara online.

"Saya kira sekarang sangat ditentukan oleh harganya. Kalau harganya kompetitif, pelayanannya bagus dan kualitas barangnya bagus saya yakin itu akan diterima. Ini role model yang bagus," katanya.

Demi Memenuhi Stok darah di PMI Majalengka, Polres Majalengka Gelar Donor Darah

Ini yang Dilakukan Kemenag Indramayu Jika Ada CJH yang Terindikasi Covid-19

Sekarang, sambung dia, PD Pasar tinggal memaksimalkan layanan pasar online itu untuk memudahkan masyarakat. Sebab, saat ini aktivitas sosial masyarakat sudah dibatasi sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona.

"Jadi saya kira yang paling penting adalah sosialisasinya. Kedua, adalah perangkatnya teknologi itu harus femilier untuk masyarakat sehingga bisa sampai kepada tujuannya, yaitu untuk membantu masyarakat yang membutuhkan barang," ucapnya. (*)

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Sugiri
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved