Bupati Siapkan Hotel Jadi Tempat Karantina Petugas Medis Setelah Resmikan RS untuk Suspect Covid-19

Mengenai tempat karantina, kata Acep, pelaksanaan berlangsung selama 14 hari seperti pada umumnya.

TRIBUN CIREBON/AHMAD RIPAI
BUPATI Kuningan, Acep Purnama, saat memberikan keterangan pers seusai peresmian RS Citra Ibu sebagai lokasi medis penangan pasien suspect Covid-19, Selasa (7/4/2020). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Bupati Kuningan, Acep Purnama, menyiapkan sejumlah tempat sebagai lokasi karantina petugas medis yang menangani Covid-19. Hal itu menyusul pengoperasian Rumah Sakit Citra Ibu sebagai lokasi menangani pasien terpapar Covid-19.

“Tempat karantina untuk dokter nanti bisa rumah dinas sekda. Kemudian bagi perawat lainnya, bisa ditempatkan di Hotel Asakinah yang berada di Desa Manis Kidul, BLK, yang di Cikaso dan hotel milik saya, yang jauh lebih sempurna sebagai lokasi karantina,” ungkap Acep di sela persemian Rumah Sakit Citra Ibu, Selasa (7/4/2020).

Mengenai tempat karantina, kata Acep, pelaksanaan berlangsung selama 14 hari seperti pada umumnya. Hal itu digunakan tim medis yang bekerja di RS Citra Ibu.

“Karena dokter dan perawat yang menangani pasien suspect Covid-19 harus melakukan protokol kesehatan seperti isolasi dan karantina,” ujarnya.

Rumah Sakit Citra Ibu memiliki daya tampung untuk 58 pasien. “Kemudian untuk tenaga medis yang disiapkan sebanyak 56 orang. Satu shift itu ada sembilan tenaga medis dan sehari semalam total sebanyak 18 orang,” ungkap Acep didamping Dirut RSUD 45, Deki Saefullah, dan Kadinkes Kuningan, Susi Lusiyanti.

Mutlak menjadi aset pemda, kata Acep, Rumah Sakit Citra Ibu dibeli dengan harga Rp 7 miliar. “Pada waktu itu langsung dinotariskan,” katanya.

Biaya keseluruhan, mulai perbaikan sarana-prasarana di lingkungan rumah rakit belum dihitung perinciannya.

Kata Acep, RS Citra Ibu telah memenuhi standardisasi dan spesifikasi dalam hal pelayanan medis. “Ada pun sarana dilengkapi radiologi, laboratorium 24 jam, instalasi farmasi, instalasi gas oksigen, instalasi pengolahan air limbah, lift khusus pasien, juga dilengkapi sistem tata udara bertekanan negatif dengan suhu 800 derajat celcius untuk melokalisasi penyebaran udara yang tidak sehat,” ucapnya. (*)

Editor: Sugiri
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved