Petakan Sebaran Virus Corona di Indonesia, Jokowi Ingin Tes Swab dan Rapid Dipercepat

Untuk mengetahui jumlah dan persebaran virus corona di Indonesia, Presiden Jokowi meminta pelaksanaan tes swab dan rapid test diperepat.

dok Istana Kepresidenan
Presiden Joko Widodo mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (26/3/2020) malam. Jokowi didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kiri) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Untuk mengetahui jumlah dan persebaran virus corona di Indonesia, Presiden Jokowi meminta pelaksanaan tes swab dan rapid test diperepat.

Hal itu perlu dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia.

"Kecepatan pemeriksaan di laboratorium agar didorong lagi, ditekan lagi agar lebih cepat. Kita harapkan dengan kecepatan itu, kita bisa mengetahui siapa yang telah positif dan siapa yang negatif," ujar Presiden Jokowi dalam rapat terbatas melalui sambungan konferensi video, Senin (6/4/2020).

Jumlah Positif Covid-19 di Indonesia Meningkat, Penutupan Objek Wisata di Majalengka Diperpanjang

Ia pun meminta PCR dan rapid test didahulukan bagi orang yang berisiko tinggi tertular Covid-19, antara lain tenaga kesehatan, pasien dalam pengawasan (PDP), dan orang dalam pemantauan (ODP).

"Kemudian yang ketiga mengenai kecepatan. Saya betul-betul minta agar tes PCR, pelaksanaan rapid test ini diberikan prioritas untuk orang-orang yang berisiko tinggi. Baik itu dokter dan keluarganya sekali lagi, untuk yang PDP, untuk yang ODP," lanjut Presiden Jokowi.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto menyatakan, hingga saat ini sebanyak 9.712 spesimen terkait Covid-19 telah diuji.

"Per 5 April kami sudah periksa 9.712 warga yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan dari pusat hingga daerah dalam menegakkan diagnosis," ujar Yuri saat memberikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (5/4/2020).

Pemeriksaan spesimen penting bagi pemerintah untuk terus mendeteksi jumlah pasien positif Covid-19.

Jika proses deteksi berjalan lancar, maka proses pemutusan mata rantai penularan Covid-19 menjadi lebih mudah.

Politikus Gerindra, Ahmad Riza Patria Terpilih Jadi Wagub DKI Jakarta, Ini Hasil Perolehan Suaranya

"Ini penting. Mari kita sadari bersama bahwa keberadaan kasus positif menjadi sumber penularan di masyarakat. Karena itu, segera kita cari, temukan, dan isolasi," kata Achmad Yurianto.

Halaman
12
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved