Ini Peran FF hingga Jadi TSK Kasus Penyalahgunaan Bantuan Alsintan Kementan di Kabupaten Cirebon

(Kejari) Kabupaten Cirebon menetapkan ASN di lingkungan Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon sebagai tersangka dalam dugaan kasus alsintan

tribuncirebon.com/ahmad imam baehaqi
Kajari Kabupaten Cirebon, Tommy Kristanto (kiri), saat konferensi pers di Kejari Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Drajat, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin (6/4/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Cirebon menetapkan ASN di lingkungan Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon sebagai tersangka dalam dugaan kasus penyalahgunaan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Menurut Kajari Kabupaten Cirebon, Tommy Kristanto, ASN tersebut berinisial FF dan merupakan pejabat struktural di lingkungan Distan Kabupaten Cirebon.

FF diduga menjual bantuan alsintan dari tahun anggaran 2017 berupa satu unit eskavator.

Kajari Kabupaten Cirebon Akui Dugaan Penyalahgunaan Alsintan Kementan RI dari Laporan Masyarakat

"Seharusnya digunakan kelompok tani di Kabupaten Cirebon untuk meningkatkan produktivitas hasil taninya," ujar Tommy Kristanto saat konferensi pers di Kejari Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Drajat, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin (6/4/2020).

Ia mengatakan, dalam kasus tersebut FF berperan sebagai pengelola bantuan itu berdasarkan juklak dan juknis di Distan Kabupaten Cirebon.

Tommy menjelaskan bantuan alsintan itu disalurkan Kementan RI ke dinas pertanian di setiap daerah.

Kejari Tetapkan ASN Distan Kabupaten Cirebon Jadi Tersangka Penggelapan Alsintan Bantuan Kementan RI

Nantinya dinas pertanian akan mengelola pemaiakannya untuk para kelompok tani di wilayahnya.

Bantuan tersebut disalurkan untuk digunakan para kelompok petani sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksinya.

"Saat bantuan alsintan berupa eskavator itu datang, justru dijual oleh FF," kata Tommy Kristanto.

Akibatnya, para kelompok tani di Kabupaten Cirebon tidak dapat memanfaatkan bantuan alsintan tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan inspektorat, kerugian negara akibat penyelewengan tersebut diperkirakan mencapai Rp 200 juta.

"Alatnya sengaja dimodifikasi, kemudian dijual dan sudah disewa banyak pihak juga," ujar Tommy Kristanto.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved