Virus Corona di Jabar

Di Tengah Wabah Virus Corona, Pemkab Purwakarta Akui Pendapatan dari Pajak Hiburan Turun

Tempat hiburan maupun rekreasi di wilayah Purwakarta tutup hingga 29 Mei 2020.

Pixabay
ilustrasi pendapatan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Tempat hiburan maupun rekreasi di wilayah Purwakarta tutup hingga 29 Mei 2020.

Hal ini merupakan tindak lanjut dari surat keputusan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, yang memutuskan untuk memperpanjang masa penutupan guna mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Purwakarta.

Penutupan tempat hiburan atau wisata yang ada di Purwakarta berdampak pada pendapatan yang masuk ke kas daerah.

Ilmuan Temukan Lubang Hitam Ukuran Sedang, Dianggap Sebagai Mata Rantai yang Hilang

Hal ini pun diakui oleh Kepala Bidang Pendapatan 1 pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Purwakarta, Al Fatah.

Menurutnya, dampak pajak yang utamanya dari hiburan dan wisata sangatlah terasa akibat kasus wabah corona ini.

Pihaknya pun, kata Fatah, telah memperkirakan dua jenis pajak itu salah satu yang tak tercapai pada triwulan 2 ini.

"Tapi ada yang masih kami perkirakan tercapai yakni dari pajak penerangan jalan (PPJ) meski pemerintah pusat menggratiskan listrik subsidi 450 VA dan 900 VA. Kami optimis bisa menggali PPJ yang dari perusahaan-perusahaan," ujar Fatah di kantornya, Senin (6/4/2020).

Tak hanya PPJ, Fatah pun menyebut ada pajak lain yang diperkirakan bisa tercapai pada triwulan 2 ini, yakni pajak air dan tanah lantaran pihaknya pada awal tahun kemarin melalui Pergub Jabar melakukan pola penghitungan air dan tanah sehingga adanya kenaikan terhadap wajib pajak saat itu.

"Lalu, untuk restoran di triwulan 2 ini kami optimis bisa tercapai juga karena ada sumber lain seperti katering, sehingga kami bisa gali potensi lainnya," ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa Pemkab Purwakarta harus inovatif untuk mencapai target 2020.

Ketika disinggung terkait target 2020 di pajak hiburan dan wisata, Fatah mengaku pesimis dan lebih memilih melihat perkembangan dari kasus Covid-19.

Sebab, sejauh ini sudah tujuh perusahaan seperti kedai dan rumah makan yang memilih untuk tutup.

"Insya Allah, kami akan kebut nanti pada triwulan 3 guna menutupi kekurangan triwulan 2," katanya.

Dedi Mulyadi Usul Barter Internal, Produk Perikanan Diberikan ke Petani, Produk Pertanian ke Nelayan

Mengidap Autoimun, Ashanty Terus Berjuang Jalani Perawatan Kini Jalani Terapi Darah di Cianjur

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved