Virus Corona di Jabar

Akibat Virus Corona, Pendaftaran Nikah di KBB Hanya Melalui Online

"Sebetulnya tidak ada penutupan, tapi pendaftaran nikah masih bisa melalui online, tapi untuk sementara tidak ada tatap muka," ujarnya saat dihubungi

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi menikah 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menutup sementara pendaftaran nikah melalui tatap muka, sehingga saat ini hanya dibuka pelayanan secara daring atau online.

Hal tersebut berdasarkan Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2020 dan Surat Edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam No.P-003/DJ.III/HK.00.7/04/2020, pendaftaran nikah online dan pendaftaran melalui operator.

Kepala Kemenag KBB, Ahmad Sanukri mengatakan, pelayanan pendaftaran nikah tersebut masih tetap berjalan karena hinggga saat ini Kantor Urusan Agama (KUA) masih tetap membuka pendaftaran secara daring atau online.

Polres Majalengka Gelar Tactical Floor Game untuk Antisipasi Hal Terburuk Akibat Covid-19

"Sebetulnya tidak ada penutupan, tapi pendaftaran nikah masih bisa melalui online, tapi untuk sementara tidak ada tatap muka," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (6/4/2020).

Ia mengatakan, pendaftaran nikah secara online melalui laman resmi Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah) Kementerian Agama itu untuk mencegah penyebaran virus Corona.

"Untuk tanggal 1-21 April 2020 pendaftarannya online melalui Simkah, tapi untuk pencatatan akad nikahnya nanti dari mulai tanggal 22 keatas," katanya.

Sementara untuk warga yang sudah mendaftar sebelum tanggal 1 April, masih bisa melangsungkan akad nikah, tetapi harus menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Misalnya penghulu, pengantin dan beberapa orang yang hadir harus memakai masker, sarung tangan dan memakai Hand Sanitizer," katanya.

Selain itu, bagi yang akan melaksanakan akad nikah sebelum ada kebijakan itu, diusahakan harus di KUA dan tidak dihadiri banyak orang.

Sementara untuk pendaftaran nikah setelah adanya kebijakan itu, lanjut Ahmad, pihaknya masih harus menunggu keputusan atau petunjuk dari Menteri Agama.

"Kalau untuk resepsi jelas itu harus ditunda dulu karena pasti banyak orang, intinya jangan ngambil risiko," ucap Ahmad.

Oded Sebut Pemilik KTP-el Dapat Rp 750 Ribu Adalah Hoaks, Minta Warga Ikuti Aturan Cegah Covid-19

Cerita Andrea Dian, Istri Ganindra Bimo Bisa Sembuh dari Covid-19

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved