Beli 2 Bidang Tanah di Bandung Rp 5,5 Miliar, Pramono Malah Dilaporkan ke Polisi oleh Penjual Tanah

Berawal pembelian dua bidang tanah di Jalan Mekarwangi, Kota Bandung oleh Pramono Prayitno

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Ichsan
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Polda Jabar 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Berawal pembelian dua bidang tanah di Jalan Mekarwangi, Kota Bandung oleh Pramono Prayitno dari suami istri warga Kelurahan Mekarwangi Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung seharga Rp 5‎,5 miliar, Pramono malah dilaporkan ke Ditreskrimum Polda Jabar.

Pramono dilaporkan oleh penjual tanah itu sendiri dengan tuduhan tindak pidana Pasal 372, 263 dan 266 KUH Pidana dengan nomor laporan polisi LP.B/109/II/2020 Jabar tanggal 2 Februari 2020.

Kuasa hukum Prayitno, Jujurasi Jimmy Leonard Ricardo Simamora menerangkan, awalnya, Pramono ditawarkan tanah di Jalan Mekarwangi pada 2016 untuk satu bidang tanah.

Ridwan Kamil Sebut Jabar Butuh 300 Ribu Alat Rapid Test, agar Tahu Peta Covid-19 Secara Akurat

Kemudian, dibeli oleh Pramono Rp 1,5 miliar. Pada 12 April sudah menghadap ke notaris dan pada sudah keluar sertifikat hak milik nomor 2966/Kelurahan Mekarwangi atas nama istri Pramono, Yuni Esmawati.

Kemudian, pada akhir 2017, suami istri itu kembali menawarkan sebidang tanah. Sempat ditolak namun akhirnya dibeli seharga Rp 4 miliar dengan pembayaran pada 19 Oktober 2017. Atas pembelian itu, sertifikat hak milik nomor 2960/Kelurahan Mekarwangi itu beralih ke Pramono.

"Semua pembelian sudah dilakukan secara sah, mereka sudah menghadap notaris. Tapi belakangan, klien saya malah dilaporkan ke Ditreskrimum Polda Jabar," ujar Jimmy via ponselnya, Minggu (5/4/2020).

Butuh Uang Tunai tapi Takut Tertular Virus Corona? Begini Cara Aman Ambil Uang di Mesin ATM

Kasus ini ditangani Unit 3 Subdit 1 Ditreskrimum Polda Jabar dan masih berstatus penyelidikan lewat surat perintah penyelidikan nomor Sp. Lidik/80/II/2020 Ditreskrimum tanggal 13 Februari.

Jimmy berharap penyidik profesional menangani kasus ‎ini. Dalam laporannya, kata dia, pelapor berpendapat bahwa tidak ada jual beli melainkan pinjam meminjam dengan jaminan sertifikat tanah.

"Karena pelaporan‎nya itu tidak berdasar, tidak disertai bukti apapun. Sedangkan, sedari awal, ini masuk jual beli secara sah. Jadi, kami berharap penyidik bekerja profesional menangani kasus ini," kata dia.

Ia menambahkan, melihat kontruksi peristiwa kasus ini, semuanya murni perkara perdata berkaitan dengan perjanjian jual beli.

Bingung Masak Apalagi? Yuk Coba Buat Tumis Kacang Panjang Ala Hotel Berbintang

Penjual dan pembeli sudah sama-sama sepakat untuk bertransaksi jual beli dua bidang tanah yang sempat dijadikan Rumah Makan Haruman.

"Sehingga, dengan melihat bukti-bukti surat yang ada pada kami, yang ditandatangani juga oleh pelapor, kami menilai tidak ada perbuatan pidana dalam kasus ini. Dan itu juga harus diyakini polisi," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved