APD Minim, Rumah Sakit di Indramayu Butuh Uluran Tangan Warga

Keterbatasan Alat Pelindung Diri (APD) membuat rumah sakit maupun puskesmas di Kabupaten Indramayu

tribunjabar/handika rahman
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, Jumat (3/4/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Keterbatasan Alat Pelindung Diri (APD) membuat rumah sakit maupun puskesmas di Kabupaten Indramayu ketar-ketir dalam menangani pasien Covid-19.

Salah satunya, di RSUD Indramayu. Padahal, rumah sakit tersebut sudah ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadi rumah sakit rujukan penanganan pasien virus corona.

Hanya saja, persoalan APD di rumah sakit setempat tidak kunjung terselesaikan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara mengatakan, pihaknya sangat terbuka jika ada masyarakat yang berkenan memberi bantuan APD kepada pemerintah.

Update Kasus Virus Corona di Jabar Minggu 5 April 2020, Bertambah 5 Kasus, 12 Orang Sembuh

"Kita membuka mata hati untuk teman-teman relasi untuk menyumbang APD kepada kita. Kita tidak menerima uang tapi kami menerima APD langsung," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Minggu (5/4/2020).

Deden Bonni Koswara menjelaskan, akibat minimnya APD para tenaga medis di rumah sakit mesti rela berjuang dengan mengenakan APD seadanya, seperti mengenakan jas hujan, masker kain, hingga helm motor.

Padahal kebutuhan APD ini sangat diperlukan sebagai proteksi para tenaga medis dalam menangani pasien.

Sementara itu, disampaikan Deden Bonni Koswara, pihaknya pun berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang belum lama ini telah memberikan sebanyak 4 set APD untuk satu puskesmas di Kabupaten Indramayu.

Kisah Robert Alberts Dikecewakan PSSI, Membuatnya Marah Besar dan Tak Percaya Lagi PSSI

"Kita sangat apresiasi sekali karena ini dapat membantu teman-teman di lapangan," ujarnya.

Kendati demikian, pesoalan APD ini masih menjadi persoalan. Pasalnya APD yang dibutuhkan oleh para tenaga medis, yakni sebanyak 25-30 set APD per hari.

"Sangat urgen sekali kalau tidak ada APD, tenaga kesehatan yang langsung kontak dengan pasien mereka akan terpapar, siapa yang akan menangani pasien kalau misal tenaga kesehatan tidak ada," ujarnya.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved