52 TKI Asal KBB Dipulangkan Saat Wabah Virus Corona, Langsung Dikarantina di Wisma Atlet Jakarta

Sebanyak 28 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Bandung Barat (KBB) dipulangkan ke Indonesia

Gambar mikroskop elektron transmisi menunjukkan virus corona SARS-CoV-2, juga dikenal sebagai 2019-nCoV, virus coronavirus yang menyebabkan COVID-19 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Sebanyak 52 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Bandung Barat (KBB) dipulangkan ke Indonesia di tengah penyebaran wabah Virus Corona karena kemungkinan besar mereka merupakan TKI yang berangkat secara ilegal.

Berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsankertrans) KBB, 52 TKI itu dipulangkan dari 7 negara, yakni Singapura 6 orang, Saudi Arabia 6 orang Malaysia 6 orang, Brunei Darussalam 6 orang, Hongkong 2 orang, Taiwan 1 orang dan Fiji 1 orang.

Kepala Seksi Penempatan dan Perluasan Kerja pada Disnakertrans KBB, Sutrisno mengatakan, sebanyak 28 TKI itu dipulangkan secara bertahap pada periode Januari hingga akhir April 2020 dan pihaknya menerima laporan kepulangan mereka pada 2 April 2020 dari Direktorat Jenderal Imigrasi.

"Pemberangkatannya kebanyakan secara ilegal, tapi setelah pulang ke Indonesia mereka langsung dikarantina selama 14 hari di Wisma Atlet Jakarta," ujarnya saat dihubungi Tribun melalui sambungan telepon, Minggu (5/4/2020).

Petunjuk Aman Gunakan Masker Kain di Tengah Wabah Virus Corona, Biar Tak Terhindar dari Covid-19

Ia mengatakan, mereka dipulangkan melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan KBB dan Kementerian Kesehatan untuk mengecek kesehatan puluhan TKI tersebut.

Pengecekan kesehatan bagi mereka, kata Sutrisno akan dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk mencegah penyebaran Virus Corona sebelum mereka tiba di kampung halamannya masing-masing.

"Apabila setelah 14 hari dikarantina tidak ada indikasi Covid-19, mereka akan diberikan sertifikat bahwa mereka sehat. Tapi kalau ada indikasi akan dirujuk ke rumah sakit rujukan pemerintah," katanya.

Sementara terkait keberangkatan mereka secara ilegal, pihaknya akan menulusuri perusahaan mana saja yang telah memberangkatkan mereka. Sebab, sejauh ini pihaknya tidak mengetahui kapan mereka berangkat ke negera-negara tersebut.

Wabah Corona Berdampak pada Pedagang Kecil, Usaha Sepi Ada yang Pilih Tutup Sementara

"Karena ada TKI berangkat ke Arab Saudi yang sudah moratorium. Tapi tetap diberangkatkan kesana secara unprosedural, jadi kemungkinannya 90 persen berangkat secara ilegal," ucap Sutrisno.

Atas hal tersebut, pihaknya tidak mengetahui jenis pekerjaan yang mereka lakukan disana, termasuk berapa lama mereka berada di luar negeri karena tidak terdata di Disnakertrans KBB.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved