Virus Corona di Jabar

Wali Kota Meminta Petugas di Terminal Periksa Setiap Warga yang Datang ke Kota Bandung

Wali Kota Oded M Danial meminta petugas di terminal memeriksa setiap warga yang datang ke Kota Bandung.

Tribun Jabar/Mega Nugraha
Kapolsek Kiaracondong Kompol Asep Saepudin ikut menyemprotkan cairan disinfektan ke dalam bus di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Rabu (25/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wali Kota Bandung, Oded M Danial meminta kepada petugas di masing-masing terminal di Kota Bandung untuk melakukan pengawasan kepada masyarakat yang baru datang atau mudik ke Bandung.

Sebelumnya, pemerintah pusat telah mengumumkan bahwa tidak akan melarang masyarakat mudik di tengah pandemik virus corona.

Di Jawa Barat, bagi masyarakat yang tetap memaksakan mudik otomatis akan menjadi orang dalam pemantauan (ODP) dan wajib mengisolasi diri selama 14 hari.

"Saya kira, kami pengawasannya lebih ke masing-masing terminal, saya sudah intruksikan kepada Kadishub, minimal mereka di terminal harus membuat standar kesehatan, itu yang kami lakukan, ke depan di sana harus ada pemeriksaan suhu tubuh," ujar Oded M Danial, saat ditemui di Pendopo, Kota Bandung, Jumat (4/4/2020).

Kabid pengendalian dan ketertiban transportasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Asep Kuswara mengaku pihaknya sudah mulai menerapkan pengecekan suhu tubuh dan penyemprotan disinfektan kepada penumpang yang datang dan akan pergi dari Kota Bandung.

"Ya, cuma di terminal juga sekarang memang sepi, tapi kami antisipasi saja," ujar Asep.

Menurut Asep, sebenarnya setiap penumpang yang datang ke Kota Bandung menggunakan bus tidak semuanya turun di terminal.

Beberapa, kata Asep, ada yang turun sebelum bus masuk ke terminal.

"Yang turun di terminal hanya beberapa persen saja, tapi untuk mengantisipasi kami selalu mengecek suhu tubuh," katanya.

Asep mengatakan kondisi di tiap terminal di Kota Bandung sendiri akhir-akhir ini sangat sepi. Bahkan, di Terminal Cicaheum terjadi penurunan penumpang yang cukup drastis.

Menurut Asep, hal ini terjadi seiring anjuran pemerintah yang mengimbau masyarakat untuk tetap di rumah selama pandemi corona.

Pihaknya pun mengimbau agar masyarakat tak melakukan aktivitas mudik saat ini.

"Kami juga mengimbau, bahkan lagi mau pasang spanduk untuk tidak mudik," ucapnya.

Warga Cibodas Sukabumi yang Dimakamkan dengan Prosedur Covid-19 Dinyatakan Negatif

IKEA sampai H&M Segera Bantu Penanganan Covid-19 di Jawa Barat, Sediakan Masker dan Kasur Perawatan

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved