Stok Darah PMI Menipis, Eddi Brokoli bersama Komunitas AIS Ajak Warga Donor Darah

Komite Nasional Donor Darah Arsenal Indonesia Supporters (AIS), Eddi Brokoli mengajak masyarakat Kota Bandung untuk mendonorkan darahnya

Dok.Tribun Jabar
Eddi Brokoli. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Komite Nasional Donor Darah Arsenal Indonesia Supporters (AIS), Eddi Brokoli mengajak masyarakat Kota Bandung untuk mendonorkan darahnya melalui Palang Merah Indonesia (PMI) pada 11 April 2020.

Dikatakan Eddi, saat ini stok darah di PMI Kota Bandung dan di beberapa wilayah lain di Indonesia sudah sangat menipis.

Kantor PMI Kota Bandung.
Kantor PMI Kota Bandung. (TRIBUNJABAR.CO.ID/YONGKI YULIUS)

Salah satu penyebabnya, kata Eddi, karena aktivitas sosial donor darah yang melibatkan banyak massa harus dibatasi, demi mencegah penyebaran virus corona.

Sepi Donor Membuat PMI Sumedang Minim Stok, Darah Hanya Cukup untuk Tiga Hari

Kepala Markas PMI Kabupaten Sumedang, Dedi Setiadi
Kepala Markas PMI Kabupaten Sumedang, Dedi Setiadi (Tribun Jabar/Seli Andina Miranti)

"Dari data yang saya terima penurunan stok darah selama pandemi Covid-19, mencapai 70 persen lebih rendah dibandingkan dengan bulan ramadan," ujar Eddi, dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/4/2020).

Bersama komunitas AIS, Eddi akan menggelar donor darah secara serentak di 48 kota di Indonesia pada 11 April 2020. Lokasi pelaksanaannya, kata Eddi, di setiap Unit Donor Darah (UDD) di masing-masing wilayah.

Eddi mengatakan, saat ini banyak orang yang bergantung pada transfusi darah untuk tetap bertahan hidup seperti penderita thalasemia, korban kecelakaan atau pasien yang perlu penanganan medis lainnya.

"Anjuran pemerintah untuk waspada dengan Covid-19 itu penting, namun kebutuhan darah dengan masyarakat mendonorkan darah itu juga suatu hal yang penting demi mempertahankan nyawa orang lain," ucapnya.

Sebenarnya, kata Eddi, kegiatan donor darah sudah menjadi agenda rutin komunitasnya sejak lima tahun terakhir.

Sepinya Pendonor Darah Saat Pandemi Corona, Keluarga Pasien Kelimpungan: Istri Saya Pendarahan

Suasana di ruang tunggu Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Bogor, Kamis (2/4/2020) petang.
Suasana di ruang tunggu Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Bogor, Kamis (2/4/2020) petang. (Tribunjabar.id/Yulis)

Namun, karena tahun ini terjadi pandemi virus corona, serta ada kebijakan physical dan social distancing dari pemerintah, maka kegiatan donor darah dilakukan dengan langsung mendatangi UUD PMI di daerah masing-masing.

"Kalau sebelumya kita bisa mengadakan di store Eiger, atau ball room hotel atau tempat umum lainnya namun sekarang langsung ke UUD PMI nya, dan bagi yang ingin mendonor sebelum tanggal 11 April, tidak masalah," katanya.

Menurut Eddi, pendonor tidak perlu khawatir untuk mendonorkan darahnya di tengah pandemi ini, sebab PMI sudah memiliki protokol dan Standar Oprasional Prosedur (SOP) untuk melakukan donor di tengah pandemi.

"Kami menjamin dengan PMI ini member AIS dan masyarakat yang akan donor aman, dengan SOP yang diberlakukan, kami tidak ada target berapa labu yang didapatkan, tapi misal tiap kota minimal 10 orang saja, bisa terkumpul 500 labu, begitu pun dengan kelipatannya," katanya.

Ia mengharapkan kesadaran masyarakat tumbuh seiring dengan gerakan yang ia galakan. Terlebih apa yang dilakukan bisa menyelamatkan nyawa banyak orang.

"Kami harap bisa mengajak masyrakat yang sudah biasa melakukan donor untuk kembali donor karena prosedur donor ditengah pandemi itu aman, apalagi sebentar lagi menghadapi bulan puasa yang juga sering terjadi krisis darah," ucapnya.

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved