Masa Karantina Wilayah Parsial, Pemuda Desa Kreatif Bikin Hiasan di Gerbang Desa

Itu didesain sedemikian rupa. Tujuannya memberitahu warga untuk patuh dalam pogram karantina wilayah parsial.

TRIBUN CIREBON/AHMAD RIPAI
Pemuda Desa Bandorasa Wetan saat berada di posko perbatasan desa setempat, Sabtu (4/4/2020) malam. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Pemuda di Desa Bandorasa Wetan, Kecamatan Cilimus, terbilang kreatif. Hal itu dibuktikan dengan membuat pernak–pernik untuk hiasan portal daerah perbatasan desa setempat.

“Jaring laba–laba ini senggaja dibuat untuk melarang warga yang masuk ke daerah tersebut,” ungkap Rina, seorang warga setempat, Sabtu (4/4/2020) malam.

Menurutnya, jaring laba-laba ini bernuansa misteri karena dilengkapi boneka mirip pocong.

“Itu didesain sedemikian rupa. Tujuannya memberitahu warga untuk patuh dalam pogram karantina wilayah parsial,“ ujarnya.

Rina mengatakan, hal ini merupakan bentuk pencegahan penyebaran virus corona.

“Sebab desa kami merupakan daerah aktif sebagai jalur alternatif yang menghubungkan Desa Bandorasa Kulon dan Sangkanurip,” ujarnya.

Disebutkannya, kawasan karantina wilayah parsial dibentuk perangkat desa. “Masing–masing dijaga dan mendapat pendukung dalam mencegah pandemi Covid-19 tersebut,” ujarnya.

Kenakan APD Berasa Panas, Begini Kisah Pemulasaraan Pasien PDP Meninggal di RSUD 45 Kuningan

ODP di Kota Sukabumi Bertambah Tiga hingga Lima Orang Sehari

Warga lainnya, Wawan, pihaknya sudah mewanti–wanti kepada warga sekitar. “Untuk tidak melakukan aktivitas tak penting di luar rumah,” ujarnya.

Sebab, kata dia, jumlah penduduk Kuningan mengalami lonjakan cukup besar. “Setelah ada pemberitahuan dari berbagai informasi, jumlah perantau di Kuningan sudah lima puluh ribu (yang mudik),” ucapnya. (*)

Editor: Sugiri
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved