Persib Bandung Kena Denda karena Ulah Bobotoh, Ini Imbauan Ketua Viking

Dia berharap, para suporter ini bisa mendukung Persib dengan menaati aturan yang berlaku agar terhindar dari sanksi.

Tribun Jabar/Deni Denaswara
Bobotoh mendukung Persib Bandung saat melawan PSS Sleman di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (15/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferdyan Adhy Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua Viking Persib Club (VPC), satu kelompok suporter Persib Bandung, Heru Joko, mengatakan sanksi yang diterima Persib  merupakan proses dan pembelajaran bagi bobotoh untuk lebih baik lagi ke depan.

"Kami lagi berproses (jadi lebih baik). Kami inginnya jadi lebih baik. Ini, kan, lagi berproses harapannya positif semua. Jadi yang pasti ini lagi berproses dan harusnya jangan ada lagi. Kami sering nonton, dan disuguhi pertandingan sepak bola luar negri, bahwa sepak bola harus jadi tontonan keluarga," ujar Heru melalui sambungan telepon, Jumat (3/4/2020).

Heru menambahkan, bobotoh terdiri atas banyak aliran suporter yang memiliki tujuan sama yakni mendukung Persib Bandung.

Dia berharap, para suporter ini bisa mendukung Persib dengan menaati aturan yang berlaku agar terhindar dari sanksi.

"Yang garis keras nonton dengan gayanya sendiri tapi tanpa membuat denda, tanpa membuat kekacauan. Kan ada aturan-aturannya, rule-nya jelas. Yang pasti disesalilah sama pihak yang sedang berproses untuk jadi lebih baik," katanya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Persib kerap sekali harus membayar denda yang nilainya cukup besar akibat perilaku buruk beberapa suporternya.

Bahkan pada musim 2017, total denda Persib menyentuh angka Rp 1 miliar. Hal ini tentu sangat merugikan karena Persib bisa saja mengalokasikan dana tersebut untuk membangun sarana latihan atau merekrut pemain baru.

Heru berharap, denda ini bisa jadi yang terakhir bagi Maung Bandung. Dia juga ingin semua elemen di dalan stadion ketika bertanding bisa bersatu.

"Di dalam stadion itu ada banyak elemen, bukan hanya supporter. Di dalamnya ada panpel, ada petugas. Semuanya sesuai dengan protap saja, saya yakin beres. Saya berharap semua elemen yang ada di stadion sesuai dengan protapnya masing-masing. Panpel, petugas, dan penonton itu satu-kesatuan yang harus saling berkesinambungan," katanya.

Dia juga mengimbau para bobotoh lebih tertib lagi pada saat mendukung Persib ketika berlaga.

Menurutnya, bobotoh bisa saling mengingatkan kepada rekan-rekannya agar tidak melakukan pelanggaran yang berbuah denda, satu di antaranya menyalakan flare.

"Yang pasti kalau imbauannya, saling mengingatkan. Bobotoh harus tahu itu teh (flare) sudah tidak disukai banyak orang. Kalau dulu banyak disukai orang. Sekarang sudah banyak yang kontra. Jadi hayu, tiap kelompok kita babarengan bikin Persib jadi percontohan di Indonesia, timnya lagi bagus, ya komponennya harus bagus juga," ucapnya. (*)

Penulis: Ferdyan Adhy Nugraha
Editor: Sugiri
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved