Virus Corona di Jabar

BREAKING NEWS: 677 Peserta Rapid Test di Jabar Positif Corona, 226 di Bandung Klaster Gereja Bethel

Sebanyak 15 ribu orang ikut rapid tes di Jabar, dan 677 peserta tes di antaranya dinyatakan positif virus corona.

Istimewa/Humas Pemprov Jabar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil secara resmi me-launching aplikasi PIKOBAR (Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat) di Jabar Command Center, Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (20/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan telah menyebar 61 ribu alat rapid test Covid-19 ke 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat.

Sebanyak 15 ribu hasil tes tersebut telah dilaporkan, dan 677 peserta tes di antaranya dinyatakan positif virus corona.

Berdasarkan data nasional pada Jumat (3/4) siang, katanya, di Jawa Barat sendiri telah terdapat 223 pasien positif Covid-19 dan mayoritas berada di sekitar Jakarta, yakni Bogor, Depok, dan Bekasi.

Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Indonesia Masih Bertambah, Total Ada 1.986 Kasus

Sedangkan 677 orang yang dinyatakan positif melalui rapid test ini akan menjalani tes swab atau PCR untuk memastikan keakuratannya.

Ratusan hasil tes yang menyatakan positif ini, katanya, menyatakan bahwa apa yang dilakukan Pemprov Jabar berada pada jalur yang sesuai arahan WHO, yaitu memperbanyak wilayah pengetesan masif.

Coronavirus
Coronavirus (https://www.medscape.com/)

Semakin banyak pengetesan masif, maka akan ditemukan peta-peta penyebaran Covid-19 baru yang selama ini tidak terlihat.

"Dari 677 itu, paling besar terindikasi positif, RDT (rapid diagnostic test) ya, belum konfirmasi lewat PCR, itu 310 ada di Kota Sukabumi di institusi kenegaraan, kemudian terbesar kedua 226 indikasi positif di Kota Bandung, datang dari klaster GBI (Gereja Bethel Indonesia) yang sampai hari ini terus dilakukan pengetesan," kata Gubernur yang akrab disapa Emil ini di Gedung Pakuan, Jumat (3/4).

Paham Cegah Corona, Sopir dan Pengusaha Angkot di KBB Tak Masalah Penghasilan Turun

Melalui rapid test tersebut, katanya, pihaknya juga menemukan terdapat empat institusi kenegaraan yang memiliki anggota atau siswa yang terindikasi positif virus corona, tapi masih harus menjalani tes lebih lanjut.

VIDEO 5 Fakta Anak Durhaka Bakar Rumah karena Tak Dibelikan Motor, Ayahnya Tua Renta dan Buta

"Kesimpulannya saya mengimbau kepada lembaga kenegaraan di pemerintah pusat yang memiliki lembaga pendidikan berlokasi di Jawa Barat, agar segera koordinasi dengan kami, untuk melakukan pengetesan kepada siswa-siswa yang sedang berasrama atau tinggal berpendidikan diinstitusi pendidikan kenegaraan tersebut, karena ditemukan indikasi positif di empat institusi kenegaraan yang berlokasi di Jawa Barat," kata Emil. (Sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved