Pemain yang Sempat Diisukan Gabung Persib Bandung Harus Berurusan dengan Polisi Lagi

Awal musim ini, Saddil Ramdani memang gencar diberitakan gabung Persib Bandung setelah kepergok makan malam dengan petinggi Persib.

MEDIA BHAYANGKARA FC
Dua winger timnas Indonesia, Andik Vermansah dan Saddil Ramdani, saat mengikuti latihan Bhayangkara FC jelang Piala Gubernur Jatim 2020 di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Minggu (9/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNJABAR.ID, KENDARI – Pemain yang sempat diisukan gabung Persib Bandung di awal musim ini, Saddil Ramdani kembali berurusan dengan polisi.

Awal musim ini, Saddil Ramdani memang gencar diberitakan gabung Persib Bandung setelah kepergok makan malam dengan petinggi Persib.

Rumor itu akhirnya lenyap setelah sang pemain memutuskan gabung dengan Bhayangkara FC.

Saddil Ramdani di Bandung.
Saddil Ramdani di Bandung. (istimewa)

Kini, Saddil dilaporkan berurusan dengan polisi terkait kasus kekerasan.

Bukan pada teman wanitanya seperti ketika dia masih memperkuat Persela Lamongan.

Manajemen Bhayangkara FC kembali buka suara soal kasus hukum yang tengah membelit pemainnya, Saddil Ramdani.

Saddil Ramdani sebelumnya dilaporkan ke Polres Kendari dengan tindakan penganiayaan kepada korban bermana Irwan pada akhir pekan lalu.

Bhayangkara FC kini terus mencari informasi lebih dalam terkait permasalahan hukum yang menimpa pemain kelahiran Labone, Sulawesi Tenggara, 2 Januari 1999 itu.

Salah satu info yang didapat, masalah tersebut terjadi di antara keluarga besar Saddil Ramdani.

"Kami menyerahkan proses hukum kepada Polres Kendari,” tegas AKBP I Nyoman Yogi Hermawan, Manajer Tim Bhayangkara FC.

Lepas dari proses hukum yang masih didalami pihak berwajib, Saddil Ramdani sebagai pemain Bhayangkara FC pun dibayangi sanksi dari klub. 

Menurut Pasal 12 poin 2.a dalam kontrak pemain Bhayangkara FC, kontrak Saddil Ramdani bersama Bhayangkara FC bisa berakhir jika ia terjerat hukum pidana.

"Kami tunggu proses penyeledikan pihak berwajib. Setelah itu, kami akan membahasnya dalam rapat manajemen,” jelas AKBP I Nyoman Yogi Hermawan.

Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved