Pelaksanaan Akad Nikah di Indramayu Dikawal Petugas Pemerintahan Desa, Anggota Polisi hingga TNI

Pelaksanaan prosesi akad nikah di Kabupaten Indramayu akan dikawal oleh anggota polisi, TNI, serta unsur pemerintah kecamatan hingga tingkat desa.

Handhika Rahman/Tribun Jabar
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indramayu, Sofandi, Selasa (17/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Pelaksanaan prosesi akad nikah di Kabupaten Indramayu akan dikawal oleh anggota polisi, TNI, serta unsur pemerintah kecamatan hingga tingkat desa.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indramayu Sofandi kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di Kantor Kemenag setempat, Kamis (2/4/2020).

Sofandi mengatakan, keputusan tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi terkait tata cara pelaksanaan akad nikah di tengah-tengah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Masih Wabah Virus Corona, Banyak Pasangan di Jabar Undur Jadwal Akad Nikah

Upaya ini sekaligus langkah Kemenag Kabupaten Indramayu guna mengantisipasi bilamana terjadi hal-hal diluar dugaan dan memicu adanya keributan.

"Untuk akad nikah kita dibatasi hanya 10 orang saja, sisanya menunggu di luar tidak boleh masuk dan tidak boleh adanya repsesi, itu sudah sesuai regulasi," ujar dia.

"Makanya kita berkoordinasikan, nanti dengan ada anggota polsek dan juga babinsa bisa jadi garda terdepan (menghalau masyarakat yang tidak menerima) karena orang KUA kita riskan sekali," lanjut Sofandi.

Diakui dirinya, masyarakat pasti menginginkan pernikahan yang sakral dengan turut mengundang banyak pihak.

Namun, karena kondisi sekarang ini seiring terus merebaknya penyebaran virus corona sangat tidak memungkinkan menggelar kegiatan yang melibatkan orang banyak tersebut.

"Masyarakat ingin pernikahan yang sakral, disaksikan orang banyak, tapi berhubung adanya virus corona ini tidak boleh, tapi alhamdulillah sejauh ini masyarakat mau mengikuti aturan pemerintah," ujarnya.

Sementara itu, Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Kabupaten Indramayu, Slamet Edi menambahkan, pemerintah kecamatan dan desa juga dilibatkan dalam pelaksanaan prosesi akad nikah.

Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Kabupaten Indramayu, Slamet Edi, Kamis (2/4/2020)
Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Kabupaten Indramayu, Slamet Edi, Kamis (2/4/2020) (TribunCirebon.com/Handhika Rahman)

Mereka diharapkan bisa memberi edukasi kepada masyarakat bilamana ada yang tidak bisa menerima protokol layanan nikah yang dilakukan pemerintah guna pencegahan penyembaran virus corona.

Protokol layanan nikah itu berisikan pedoman tata cara melangsungkan akad nikah guna menghindari penyebaran virus mematikan tersebut dan larangan menggeler acara repsesi.

"Camatnya jalan, polsek, danramil dan kuwu, kalau dari KUA kerja sendiri kasian apalagi kalau ada masyarakat yang protes, jika ada kuwunya yang memberi pengertian bisa meredam protes tersebut," ujar dia.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved