Menikahkan Pengantin di Masa Wabah Covid-19, Kemenag Indramayu Terapkan Protokol Baru

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indramayu menerapkan protokol layanan nikah baru menyikapi semakin merebaknya virus corona atau Covid-19.

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi menikah 

Laporan Wartawan TribunCirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indramayu menerapkan protokol layanan nikah baru menyikapi semakin merebaknya virus corona atau Covid-19.

Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Kabupaten Indramayu, Slamet Edi, mengatakan bahwa protokol tersebut berisi pedoman tata cara melangsungkan akad nikah guna menghindari penyebaran virus mematikan tersebut.

Di antaranya, membatasi jumlah orang yang mengikuti prosesi akad nikah, yakni sebanyak 10 orang saja.

Kesepuluh orang itu termasuk pasangan pengantin, penghulu, orang tua mempelai, dan para saksi.

Pasangan pengantin pun mesti melengkapi diri dengan masker, sarung tangan, hand sanitizer, dan lain sebagainya. Hal ini juga berlaku bagi penghulu.

Ikuti Imbauan Pemkot Cirebon, Besok Masjid Raya At-Taqwa Tidak Selenggarakan Salat Jumat

"Satu sisi pelayanan tetap harus berjalan, tapi tetap protokol keselamatan dan kesehatan yang tadi mesti dipatuhi," ujar dia kepada TribunCirebon.com, Kamis (2/4/2020).

Kabupaten Indramayu diketahui menjadi salah satu daerah dengan tingkat angka pernikahan yang tinggi di Indonesia.

Ada sekitar 20.000 pasangan pengantin yang menikah setiap tahunnya. Jika dirata-ratakan per bulan setidaknya ada sebanyak 1.500-1.600 pasangan pengantin yang menikah.

Kendati demikian, dirinya menyebut hingga saat ini belum ada laporan adanya calon pengantin di Kabupaten Indramayu yang membatalkan pernikahan seiring dengan merebaknya virus corona.

Halaman
12
Penulis: Handhika Rahman
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved