Wabah Virus Corona

Larangan Mudik Lebaran Tak Akan Efektif, Pemerintah Pilih Beri Imbauan: Hampir Pasti Bawa Penyakit

Plt Menteri Perhubungan Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan mengenai alasan pemerintah tidak melarang mudik.

Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
61 santri dari Lirboyo, Kediri, Jatim, yang mudik ke Purwakarta diperiksa Satgas Covid-19, di Gudang Bulog Sadang, Rabu (1/4/2020) 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Plt Menteri Perhubungan Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan mengenai alasan pemerintah tidak melarang mudik.

Menurutnya pemerintah hanya mengeluarkan himbauan karena larangan tidak akan efektif.

"Jadi alasan utamanya (tidak melarang mudik) seperti pertanyaan tadi juga bahwa orang kalau dilarang, (tetap) mau mudik saja," kata Luhut dalam konferensi pers usai Ratas jarak jauh, Kamis, (2/4/2020).

Pemerintah saat ini hanya memberikan imbauan dan edukasi kepada masyarakat bahwa apabila mudik maka akan membawa dan menularkan penyakit Covid-19.

Bila masyarakat berkeras mudik maka berpotensi menyebabkan orang lain meninggal.

"Jadi sekarang kita himbau kesadaran bahwa kalau anda mudik, nanti bawa penyakit," katanya.

"Hampir pasti bawa penyakit. Kalau membawa penyakit, itu di daerah ada yang meninggal, bisa keluargamu. Nah kita engga mau itu, oleh karena itu kita anjurkan untuk tidak mudik."

Karena mengeluarkan himbauan agar tidak mudik, menurut Luhut pemerintah akan memberikan sejumlah kompensasi yang saat ini yang sedang diatur oleh Menteri Sosial Juliari Batubara.

"Selain itu, pertimbangan kita supaya ekonomi itu tidak mati sama sekali. Dan ini kami lihat setelah kita hitung semua ini mungkin pilihan yang terbaik," pungkasnya.

Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved