Dewan Tidak Setuju Wali Kota Sukabumi Potong Gaji ASN Jika Tanpa Kesepakatan

Kalau pemotongan kan kesannya ada paksaan dan instruksi dari atasan. Apabila adanya instruksi seperti itu, kami tidak mengharapkan.

Tribun Jabar/Fauzi Noviandi
KETUA DPRD Kota Sukabumi, Kamal Suherman 

Laporan Kontributor Tribun Jabar, Fauzi Noviandi

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Pihak DPRD Kota Sukabumi mengingatkan Pemkot Kota Sukabumi untuk tidak memotong gaji atau tunjangan aparat sipil negara (ASN) di lingkungannya dalam upaya penangan penyebaran Covid-19.

"Kalau sampai dipotong sebesar 15 persen seperti tadi dalam rapat DPRD Kota Sukabumi, kami tidak setuju. Kasihan ASN, belum dipotong hal yang lainnya," kata Ketua DPRD Kota Sukabumi, Kamal Suherman, Kamis (2/4/2020).

Ia akan mendukung langkah itu seandainya ada kesepakatan bersama dengan ASN. Selain itu, nilainya tidak dipatok atau dipotong langsung, serta dilakukan secara sukarela.

Sebab, dewan sangat tidak mengharapkan adanya pemotongan.

"Kalau pemotongan kan kesannya ada paksaan dan instruksi dari atasan. Apabila adanya instruksi seperti itu, kami tidak mengharapkan," tegas dia

Sebelumnya, Wali Kota Sukabumi, Ahcmad Fahmi, mengungkapkan, gaji wali kota dan wakil wali kota selama empat bulan akan didonasi untuk penanganan Covid-19.

"Selain dari gaji Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi, rekan-rekan aparatur sipil negara di lingkungan pemkot telah bersepakat akan mendonasikan sebagian tunjangannya untuk penangannya Covid-19," ungkapnya kepada wartawan saat menggelar jumpa pers, Rabu (1/4/2020).

Fahmi menegaskan, pemotongam tunjangan terhadap ASN tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama dan secara sukarela. (*)

Penulis: Fauzi Noviandi
Editor: Sugiri
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved