Masih Wabah Virus Corona, Banyak Pasangan di Jabar Undur Jadwal Akad Nikah

"Ya, meskipun ada beberapa yang masih melebihi dari harusnya lima orang ini jadi sepuluh orang, tapi kami terus imbau untuk menggikuti protokol," kata

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi menikah 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kebijakan pemerintah yang memperpanjang masa work from home atau bekerja di rumah dan social distancing sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19, berdampak pada pelayanan pencatatan nikah di Kantor Urusan Agama Kementrian Agama Jawa Barat.

Ahmad Fatoni, Kabid Penais (penerangan agama islam) zakat dan wakaf, sekaligus pelaksana tugas Urais (Urusan Agama Islam) Binsar (bimbingan syariah) Kemenag Jabar mengatakan, sejak adanya surat edaran dari Kemenag pusat pihaknya langsung menyampaikan ke Kemenag kota dan kabupaten di Jabar.

"Sudah berjalan, sudah dijadikan rujukan kami juga berikan penguatan dari (Kemenag) Provinsi meskipun isinya sama, memang belum (semua) tapi sudah dikomunikasi untuk menjadi rujukan karena kita ini tersentral," ujar Ahmad, saat dihubungi, Rabu (1/4/2020).

Rapid Test Covid-19 di SJH Berjalan Lancar, Bupati Bandung : Social Distancing itu Jaga Jarak Fisik

Dari beberapa laporan yang masuk, kata Fatoni, beberapa daerah sudah melaksanakan sesuai dengan surat edaran yang diberikan Kemenag pusat, mulai dari membatasi jumlah orang yang mengikuti prosesi akad nikah di KUA, dan menggunakan masker saat melakukan ijab kabul.

"Ya, meskipun ada beberapa yang masih melebihi dari harusnya lima orang ini jadi sepuluh orang, tapi kami terus imbau untuk menggikuti protokol," katanya.

Menurut Fatoni, sejak adanya wabah Covid-19, banyak pemohon atau calon pengantin yang menjadwal ulang akad nikah mereka.

Namun, ada pula yang memaksakan akad nikah karena sudah terlanjur terjadwal.

Bagi yang memaksakan menggelar akad nikah, kata Fatoni wajib mengukuti protokol semisal menyediakan ruang terbuka bagi yang menggelar akad di luar kantor KUA, membatasi jumlah yang mengikuti proses akad, serta menggunakan sarung tangan dan masker saat ijab kabul.

"Ada yang sudah tanggung daftar lama dan tidak mau mengubah, tapi tetap harus mengikuti protokol, misalnya tidak menggelar resepsi yang mengundang massa, kalau yang baru daftar ditampung dulu, nanti waktunya ditentukan, jadi sekarang terima saja dulu," ucapnya.

Bagi masyarakat yang ingin daftar, kata Fatoni, pihaknya tetap melayani dan bisa melakukan via online melalui simkah.kemenag.go.id.

"Di beberapa daerah pinggiran ada yang belum online jadi masih harus piket ke kantor, tetap melayani sesuai protokol, kalau yang di daerah Kota sudah bisa online," katanya.

DPRD dan Pemprov Jabar Bahas Realokasi Anggaran Penanganan Covid-19

Pemkab Bandung Lakukan Penyemprotan Disinfektan, Bupati Dadang Naser: Mari kita bahu membahu

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved