Virus Corona di Jabar

Jadi Wilayah yang Dikarantina Lokal, Desa Sukasenang Diprediksi Bakal Kedatangan 600 Pemudik

Jadi wilayah yang dikarantina lokal, Desa Sukasenang diprediksi bakal kedatangan 600 pemudik.

Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Kepala Desa Sukasenang Kecamatan Banyuresmi, Iwan Ridwan bersama anggota polisi dan TNI melakukan penyemprotan disinfektan di salah satu masjid, Rabu (1/4/2020). 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Kecamatan Banyuresmi jadi salah satu dari lima wilayah di Garut yang dikarantina lokal setelah ada kasus pertama Covid-19.

Apalagi wilayah Banyuresmi jadi sentra tukang cukur.

Kepala Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, Iwan Ridwan, menyebut jika di wilayahnya ada sekitar seribuan orang yang merantau ke Jabodetabek dan Bandung.

Selama tiga pekan ini, sudah ada 400 orang yang memilih pulang atau mudik.

"Kami prediksi ada 600 lagi yang akan pulang. Apalagi di tempat perantauan tidak bisa kerja. Jadi mereka pilih pulang kampung," ucap Iwan, Rabu (1/4/2020).

Mereka yang merantau, disebut Iwan tak hanya berprofesi sebagai tukang cukur. Ada juga yang bekerja di pabrik.

Dari laporan yang diterimanya, para perantau itu akan kembali pulang beberapa pekan ke depan.

"Kami sudah kasih pemberitahuan. Setiap orang yang datang dari luar kota, harus melapor. Serta memeriksakan diri ke puskesmas. Apalagi jika ada gejala sakit," katanya.

Sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona, Iwan mengaku telah melakukan penyemprotan disinfektan.

Penyemprotan dilakukan di 16 RW dan 59 RT.

"Selama tujuh hari kami lakukan penyemprotan. Mulai dari sekolah, masjid, dan fasilitas umum lainnya. Warga juga sudah diingatkan untuk diam di rumah sementara waktu," ucapnya.

Warga 5 Kecamatan di Garut Dilarang Keluar Rumah & Pasar Wanaraja Diliburkan, Imbas Positif Corona

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved