Cegah Corona, Sabun Wangi Kopi Dibagikan Kepada Warga Korban Banjir di Kabupaten Bandung

Di tengah pandemi virus corona masyarakat dianjurkan untuk sering mencuci tangan, dan kedai-kedai kopi jadi sepi pengunjung

Tribun Jabar/Lutfi AM
Pencinta Kopi Rani Mayasari dan Ketua Komunitas Munding Dongkol menunjukan sabun cuci tangan beraroma kopi, yang akan dibagikan ke warga terdampak banjir di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Rabu (1/4/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi AM

 TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Di tengah pandemi virus corona masyarakat dianjurkan untuk sering mencuci tangan, dan kedai-kedai kopi jadi sepi pengunjung karena ada larangan untuk berkumpul demi memutus rantai penyebaran penyakit tersebut.

Untuk mengganti kegiatan kumpul-kumpulnya, komunitas pencinta kopi ini membuat sabun bearoma kopi untuk dibagikan kepada masyarakat.

Selain turut berpartisipasi mencegah penularan virus corona, sabun aroma kopi itu pun diberiikan kepada warga  korban banjir di Dayeuhkolot Kabupaten Bandung.

Cegah Penularan Virus Corona, Pengungsi Korban Banjir Diberi Masker dan Dicek Suhu Tubuh

Kades Linggasana Kuningan Batasi Waktu Kunjungan bagi Warga Luar Desa

Sabun tersebut tak seperti sabun yang dijual di pasaran, warnanya hitam kecoklatan layaknya kopi hitam, dan aromanya sangat identik dengan kopi.

Seorang komunitas kopi yang membagikan sabun, Rani Mayasari, mengatakan, pihaknya membuat dan membagikan sabun beraroma kopi karena merupakan pengusaha kopi, petani kopi, komunitas pencinta kopi.

"Idenya saya punya dua kedai kopi sudah hampir 8 tahun, lalu buka kedai kopi lagi, baru dua bulan masuk lah korona kami, kan jadi dilema," kata Rani, di sela membagikan kopi kepada warga Bojongasih, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Rabu (1/3/2020).

Rani menjelaskan, dilemanya antara harus menutup kedai, mengurangi pegawai, atau bagaimana karena adanya korona terjadi secara mendadak dan berimbas kepada kedainya, sepi pengunjung dan yang membeli secara online pun sepi.

"Tapi tetap harus hidup dan jalan untuk menyemangati teman-teman yang bekerja, awalnya bikin sabun bareng-bareng. Sebab saya punya besik  ngajar bikin sabun ke kampung-kampung istri para petani beberapa tahun ke belakangan, maka bikin lah sabun cuci tangan plus cuci piring beraromakan kopi," kata dia.

Rani mengatakan, kini harus cuci tangan sesering mungkin dengan sabun karena adanya wabah korona, adakalanya itu menjadi kurang enak saat akan makan karena bau sabun.

"Dengan sabun aroma kopi, mendorong untuk semangat cuci tangan minimal setelah berkegiatan, tapi tetap enak karena wangi kopi," katanya.

Halaman
123
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved