BUMD Jabar Rereongan Beri Bantuan, dari Uang Tunai hingga Makanan untuk Tenaga Medis
Sejumlah BUMD Pemprov Jabar kembali menyalurkan bantuan untuk penanganan virus corona Covid-19.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah BUMD Pemprov Jabar kembali menyalurkan bantuan untuk penanganan virus corona Covid-19. Kali ini bantuan datang dari PT Jamkrida Jabar, delapan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) milik Pemprov Jabar, dan PT Jasa dan Kepariwisataan Jabar atau Jaswita.
Penyerahan bantuan tersebut diserahkan dalam rangka mendukung pemerintah untuk menangani bencana non-alam pandemi Covid-19 di wilayah Provinsi Jawa Barat.
Dalam kesempatan tersebut, PT Jamkrida Jabar dan delapan BPR milik Pemda di Jawa Barat menyerahkan dana CSR senilai Rp 230.000.000.
Dana CSR tersebut diterima langsung oleh Atalia Praratya Ridwan Kamil selaku Ketua Umum lembaga Jabar Bergerak di Gedung Pakuan Kota Bandung, Selasa (31/3).
Direksi PT Jamkrida Jabar menyampaikan bahwa dana CSR yang disalurkan merupakan bentuk partisipasi sembilan BUMD Lembaga Keuangan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang terdiri dari PT Jamkrida Jabar, PT BPR Karya Utama Subang, PT BPR Cianjur, PT BPR Intan Jabar, PT BPR Cipatujah Jabar, PT BPR Artha Galuh Mandiri Jabar, PD BPR Balongan Indramayu, PT BPR Majalengka Jabar, serta PT BPR Karawang Jabar.
• Bupati Majalengka Prediksi Ada 5.200 Pemudik Tiba di Kabupaten Majalengka
Sesuai peruntukkannya, CSR diberikan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap seluruh pemangku kepentingan, dalam hal ini membantu Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menangani pandemi Covid-19 terutama atas dampak kesehatan, dampak ekonomi, dan dampak sosial.
Kepala Biro BUMD dan Investasi Setda Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih, mengatakan pihaknya memang memberikan instruksi khusus pada BUMD agar turut membantu pemerintah menangani pencegahan virus tersebut.
Menurutnya sejak mengeluarkan surat instruksi, sejumlah BUMD diamanati beberapa hal penting.
"Saya membuat surat laporan, terkait apa yang mereka antisipasi dalam rangka menangani masalah seputar Covid-19 di internal mereka," katanya di Bandung, Selasa (31/3).
Dalam surat tersebut pihaknya juga meminta BUMD melaporkan upaya-upaya apa saja yang dilakukan guna mengatasi permasalahan ekonomi di sektor bisnis BUMD tersebut.
"Kami memberitahukan bantuan apa yang bisa mereka berikan untuk penanganan Covid-19 terutama CSR dan berbagai hal," ujarnya.
“Semoga dengan adanya kolaborasi dan sinergi BUMD Lembaga Keuangan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini dapat membantu keberhasilan dalam upaya penanganan pandemi COVID-19 di wilayah Provinsi Jawa Barat, yang saat ini statusnya secara nasional sudah menjadi darurat Covid-19,” katanya.
• Mengenal Bintang Emon, Stand Up Comedian Viral karena Video Kocak Soal Corona, Dipuji Banyak Artis
Paket Makan untuk Pahlawan Kemanusiaan
Kondisi perekonomian di tingkat nasional dan juga di Jawa Barat yang mengalami penurunan sebagai dampak penyebaran wabah virus corona pun mendorong PT Jasa dan Kepariwisataan Jabar (Perseroda), menggelar program donasi paket makanan untuk para petugas kesehatan dan para pekerja sektor informal yang di tengah penyebaran wabah harus terus berjuang untuk mendapatkan penghasilan.
Melalui SanPedo, unit usaha Jaswita Jabar yang bergerak di bidang katering dan jasa boga, Jaswita Jabar membuka donasi kepada seluruh warga Jawa Barat yang ingin berdonasi dalam bentuk paket makanan, yang nantinya akan disalurkan kepada para pahlawan kemanusian, para petugas dan tenaga kesehatan yang saat ini tengah berjuang dalam memerangi wabah virus corona di Jawa Barat.
Selain untuk para petugas dan tenaga kesehatan, menurut Direktur Utama PT Jasa dan Kepariwisataan Jabar, Deni Nurdyana Hadimin, mengatakan donasi paket makanan ini juga akan disalurkan kepada para pekerja sektor informal lain yang kehidupan ekonominya terdampak karena wabah corona.
“Donasi ini adalah bentuk kepedulian kita Jaswita Jabar, kepada sesama yang terdampak oleh wabah virus korona. Karena kita memiliki unit usaha yang bergerak di bidang katering dan jasa boga, kita optimalkan produksinya untuk membuat paket makanan, yang nantinya disalurkan kepada mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Para petugas dan tenaga kesehatan menjadi prioritas penyaluran karena selama ini merekalah yang berjuang di garis depan dalam upaya membantu penanganan wabah virus korona dengan senantisa bersiaga di rumah sakit di Jawa Barat.
Setelah para petugas kesehatan, prioritas penyaluran berikutnya adalah para pekerja sektor informal yang juga turut terdampak karena aktifitas mereka dalam mencari sumber penghidupan terganggu.
• UPDATE Covid-19 Kabupaten Sukabumi Terus Meningkat, ODP 2.548 Orang, PDP 43 Orang
Paket makanan yang disiapkan Jaswita Jabar adalah nasi box lengkap dengan menu yang telah memiliki kecukupan gizi standar senilai Rp 20.000. Jajaran Direksi, Komisaris dan seluruh karyawan Jaswita telah memulai program donasi ini. Donasi juga terbuka untuk umum dan seluruh warga di Jawa Barat.
“Berapapun jumlah donasinya, akan kami tampung dan kami salurkan kepada para petugas kesehatan dan pekerja informal yang memerlukan, Mari kita berdonasi untuk membantu pemerintah Provinsi Jawa Barat memerangi virus korona, sekaligus meningkatkan rasa persaudaraan dan solidaritas sosial di antara kita,” katanya.