Virus Corona di Jabar

Antisipasi Terburuk, Pemkab Indramayu Siapkan 8 Rumah Sakit Second Line Atasi Virus Corona

Pemkab Indramayu menambah rumah sakit pendukung penanganan penyebaran virus corona (Covid-19)

Tribun Jabar/Handhika Rahman
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Pemkab Indramayu menambah rumah sakit pendukung penanganan penyebaran virus corona (Covid-19) atau rumah sakit second line di Kabupaten Indramayu.

Penambahan itu dilakukan mengingat jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dugaan virus corona di Kabupaten Indramayu jumlahnya terus bertambah setiap harinya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara mengatakan, kini di Kabupaten Indramayu memiliki sebanyak 8 rumah sakit second line yang sudah disiapkan.

"Penetapan rumah sakit second line ini berdasarkan Rakor Evaluasi Covid-19 Kabupaten Indramayu yang berlangsung di Ruang Kerja Sekda Indramayu pada hari kemarin," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Selasa (31/3/2020).

UPDATE Covid-19 Kabupaten Sukabumi Terus Meningkat, ODP 2.548 Orang, PDP 43 Orang

Deden Bonni Koswara menyampaikan, kedelapan rumah sakit itu adalah RS Bhayangkara Losarang dengan sebanyak 2 tempat tidur atau bed, RSUD Pantura MA Sentot Patrol sebanyak 3 bed.

Selanjutnya, RS MM Indramayu sebanyak 1 bed, RS Pertamina sebanyak 1 bed, RSUD MIS Krangkeng sebanyak 8 bed, RS Al Irsyad Haurgeulis sebanyak 1 bed, RS Sentra Medika Lohbener sebanyak 4 bed, dan RS Mitra Plumbon Widasari 9 tempat tidur.

"Dari 8 rumah sakit itu semuanya ada 29 tempat tidur. Jika ditambahkan dengan RSUD 8 tempat tidur maka saat ini kita punya 37 tempat tidur untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Indramayu," ujar dia.

Sebelumnya, Pemkab Indramayu sudah menetapkan dua rumah sakit menjadi rumah sakit second line, yakni RS Bhayangkara Losarang dan RSUD Pantura MA Sentot Patrol.

Namun jumlah rumah sakit second line itu kini ditambah setelah dilakukan Rakor Evaluasi Covid-19.

Diakui Deden Bonni Koswara, RSUD Indramayu selaku rumah sakit rujukan penanganan virus corona yang ditunjuk langsung oleh Kemenkes kewalahan dalam menangani pasien yang terus bertambah.

Bojan Malisic Dibuat Terharu oleh Perlakuan Bobotoh di Saat Wabah Corona Menyerang

Meski sudah dilakukan penambahan sebanyak 14 bed di ruang isolasi RSUD Indramayu dari jumlah semula sebanyak 8 bed dan menyiapkan simulasi ruang isolasi di ruang Cengkir 1 sebanyak 22 bed dan Cengkir 2 sebanyak 23 bed, jumlah tersebut dirasa kurang mencukupi.

Sehingga rumah sakit second line pun disiapkan guna mengantisipasi situasi terburuk penyebaran virus corona.

"Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Plt. Bupati Indramayu Taufik Hidayat dan dihadiri oleh Forkopimda, Wakil Ketua DPRD Indramayu, para kepala SKPD, forum camat, dan lain-lain," ujar dia.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved