Ada Maklumat Larangan Mudik, Pemudik di KBB Diawasi Ketat

Pemudik di daerah KBB diprediksi tidak akan terlalu banyak seperti di daerah lain, karena wilayahnya hanya sebagai perlintasan

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal mengetatkan pengawasan di setiap terminal terhadap para pemudik ditengah penyebaran wabah virus Corona (Covid-19), terutama saat mendekati lebaran.

Hal tersebut sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona, terlebih sudah terdapat larangan mudik dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sehingga pemerintah daerah akan memantau pergerakan para pemudik tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan KBB, Ade Komarudin, mengatakan, untuk saat ini pihaknya sudah mengeluarkan imbauan agar warga KBB yang berada di luar kota untuk tidak mudik pada lebaran tahun ini.

Viral Kalung Virus Shut Out Berwarna Biru Diklaim Bisa Cegah Corona atau Covid-19, Pakar: Penipuan

"Kami akan mencegah pemudik pulang ke KBB dengan melakukan pengawasan di terminal," ujar Ade saat dihubungi Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Senin (30/3/2020).

Dalam hal ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan pengelola terminal dan instansi lain termasuk pihak desa hingga RT dan RW untuk membuat laporan jika ada warga yang tetap mudik.

"Biasanya pemudik datang pada H-7 lebaran, kalau sekarang belum ada pergerakan pemudik di KBB," katanya.

Menurutnya, pemudik di daerah KBB diprediksi tidak akan terlalu banyak seperti di daerah lain, karena wilayahnya hanya sebagai perlintasan bagi para pemudik terutama dari daerah Jakarta.

Dedi Mulyadi Sambut Gembira Gaji Anggota DPR Dipotong 50 Persen untuk Atasi Virus Corona

Kendati demikian, kata Ade, pengawasan terhadap para pemudik harus tetap dilakukan sesuai instruksi dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat yang sudah melarang pemudik pulang kampung.

"Terkait imbauan kami, sudah melakukan melalui media sosial, dalam waktu dekat ini kami akan memasang spanduk di beberapa titik," ucap Ade.

Seperti diketahui dalam maklumat larangan mudik yang dikeluarkan Pemprov Jabar, orang yang memaksa mudik otamatis akan berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan harus mengisolasi diri 14 hari.

Sementara pihak kepolisian akan memberikan tindakan hukum jika ODP tidak mengisolasi diri, sehingga RT RW harus melaporkan kedatangan ODP ke aparat kepolisian setempat.

Pandemi Covid-19, Grage Mall dan Grage City Mall Cirebon Sepi Pengunjung, Sejumlah Tenant Tutup

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved