Virus Corona di Jabar

Ada Lonjakan Pemudik, Pangandaran Jaga Ketat 5 Gerbang Masuk, Perusahaan Bus Diminta Tak Beroperasi

Penjagaan ketat gerbang perbatasan tersebut untuk mengantitipasi kehadiran pendatang maupun pemudik dari daerah zona merah.

Istimewa
Keseruan di destinasi wisata Cukang Taneuh atau yang terkenal dengan nama Green Canyon di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. 

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Khawatir terjadi ledakan kasus penularan Covid-19 menyusul lonjakan kedatangan pemudik, Pemkab Pangandaran memutuskan untuk melakukan pengetatan wilayah.

Pengetatan atau penyekatan wilayah ini resmi diberlakukan mulai Selasa (31/3).

Lima pintu masuk di perbatasan Pangandaran mulai pukul 06.00 Selasa (31/3) pagi akan dijaga petugas gabungan baik dari POlri, TNI, Satpol PP, Dishub serta Jaga Lembur.  

Mulai perbatasan Banjarsari (Ciamis) dan Padaherang (Pangandaran) di Ciulu, pintu masuk Rawa Apu Kalipucang,  Kertamukti Cimerak dari arah Cipatujah Tasilmalaya, Salopa (Tasikmalaya) maupun Kalijaya-Kalijati.

Penjagaan ketat gerbang perbatasan tersebut  untuk mengantitipasi kehadiran pendatang maupun pemudik dari daerah zona merah.

Keputusan pengetatan wilayah disampaikan langsung oleh Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata usai rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Kantor Bupati Pangandaran Senin (30/3) siang.

Pada kesempatan tersebut Bupati H Jeje Wiradinata didampingi Wabup H Adang Hadari, Ketua DPRD Pangandaran Asep Nurdin, Kapolres Ciamis AKBP Dony Eka Putra S.Ik MH, Dandim 0613 Ciamis Letkol Arm Tri Arto Subagio, Kajari Ciamis Hj Sri Respati SH MH dan pejabat lainnya.

Setiap kendaraan yang masuk di pintu perbatasan mulai Selasa (31/3) akan diperiksa oleh petugas, didata identitasnya dan diperiksa kondisi kesehatannya.

Apakah mereka memang berasal dari Pangandaran, atau pendatang.

Selain pengecekan kesehatan bagi penumpang mobil maupun angkutan umum, seluruh kendaraan yang lewat pintu masuk tapal batas juga akan disemprot cairan desifektan.

“Lonjakan pemudik selama dua hari terakhir luar biasa. Hari Sabtu yang masuk Cuma 188 orang. Tapi Minggu (29/3) ada 400 pemudik  lebih  pemudik yang masuk Pangandaran. Itu yang terdata, belum lagi yang tidak terdata atau tidak lapor,” tegas Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata.

Menyusul adanya pengetatan wilayah ini Bupati Jeje Wiradinata meminta pengusaha angkutan umum terutama Bus AKAP maupun AKDP yang punya trayek ke Pangandaran untuk menghentikan operasinya selama 14 hari ke depan.

“Operional Bus AKAP maupun AKDP trayek Pangandaran diminta hentikan operasi selama 14 hari ke depan,” katanya.

Pengetatan wilayah ini untuk mengantisipasi penularan covid-19 (andri m dani)   

Penulis: Andri M Dani
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved