Rabu, 6 Mei 2026

Melalui Wastafel Portable, Para Pemuda di Indramayu Ini Berkontribusi Dalam Menangkal Virus Corona

Para pemuda di Kabupaten Indramayu turut ambil bagian dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19.

Tayang:
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Dedy Herdiana
TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Para pemuda yang mengatasnamakan PETA Indramayu saat mengkampanyekan wastafel portable sebagai upaya pencegahan dini menangkal virus corona di Kawasan Kuliner Cimanuk Indramayu, Minggu (29/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Para pemuda di Kabupaten Indramayu turut ambil bagian dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19.

Para pemuda yang mengatasnamakan Pemuda Tangkal Corona (PETA) yang dinisiasi oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia ( KNPI) Kabupaten Indramayu itu turut berkontribusi dengan membuat sebuah wastafel portable.

Penanggung Jawab PETA Indramayu Yoga Rahadiansyah mengatakan, wastafel portable itu sudah bisa dinikmati masyarakat secara luas sebagai upaya dini dalam menjaga kebersihan agar terhindar dari virus corona.

11 Anggota HIPMI Indramayu yang Hadiri Musda di Kawarang Baru Akan Jalani Rapid Test, Besok

Ada lima titik yang menjadi sasaran, yakni Terminal Indramayu, kawasan Kuliner Cimanuk, Pasar Daerah Indramayu, Pusat Kuliner Mambo, dan Gedung Pemuda.

"Kita mengedukasi masyarakat untuk mencegah penyebaran covid-19 lebih meluas," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Minggu (29/3/2020).

Yoga Rahadiansyah mengatakan, pada wastafel portable itu pihaknya juga sudah menyediakan galon berisi air bersih yang dilengkapi sabun cair.

PETA Indramayu sendiri dijelaskan Yoga Rahadiansyah merupakan gerakan sosial yang dibentuk khusus dalam upaya melawan dan mencegah virus Corona.

Garut Tak Jadi Lockdown, Pemkab Pilih Penjagaan Perbatasan

Gerakan ini menjadi wadah perjuangan pemuda Indramayu yang ingin turut serta menjadi bagian sejarah pemberantasan virus Corona.

"PETA diinisiasi oleh Komite KNPI bersama bebeberapa organisasi kepemudaan dan komunitas/kelompok pemuda lainnya," ujar Yoga.

Ia menguraikan, gerakan pembuatan fasilitas cuci tangan diharapkan menjadi pemantik (trigger) agar turut dilakukan elemen lainnya untuk menyediakan fasilitas serupa di lokasi lain hingga menyentuh pelosok desa.

"Baik pemerintah daerah, kecamatan hingga desa, termasuk pihak swasta, BUMD/BUMN yang berada di wilayah kabupaten Indramayu diharapkan bisa menyediakan fasilitas serupa," ujar dia.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved