Virus Corona di Jabar

Dinas Pendidikan Bandung Barat Resmi Batalkan Ujian Nasional, Tak Jadi Syarat Kelulusan Siswa

Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat resmi membatalkan Ujian Nasional. Tak jadi syarat kelulusan siswa.

Dinas Pendidikan Bandung Barat Resmi Batalkan Ujian Nasional, Tak Jadi Syarat Kelulusan Siswa
Wahyudi Utomo
Ilustrasi Ujian Nasional dihapus.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) resmi dibatalkan untuk mencegah penyebaran wabah virus corona ata Covid-19.

Pembatalan UN tersebut berdasarkan surat edaran Bupati Bandung Barat nomor 440/665-Disdik tanggal 13 Maret 2020 tentang antisipasi penyebaran Covid-19 pada satuan pendidikan di KBB.

"Pelaksanaan Ujian Nasional tahun 2020 untuk jenjang SMP atau sederajat dibatalkan," ujar Kepala Dinas Pendidikan KBB, Imam Santoso saat dihubungi Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Minggu (29/3/2020).

Imam mengatakan, dengan adanya keputusan pembatalan tersebut, keikutsertaan siswa dalam Ujian Nasional tidak menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Selain itu, kata Iman, dengan dibatalkannya ujian nasional itu, maka proses penyetaraan bagi lulusan program paket A, program paket B, dan program paket C akan ditentukan kemudian.

"Itu sebetulnya keputusan pusat, tapi UN tidak menentukan kelulusan dan nilainya juga sekarang tidak akan digunakan untuk jenjang pendidikan selanjutnya," katanya.

Untuk saat ini, dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), kata Imam, menggunakan zonasi seperti tahun sebelumnya, sehingga nilai ujian nasional tersebut tidak akan berpengaruh untuk jenjang pendidikan selanjutnya.

"PPDB sekarang kan masih sama, sistemnya ada jalur zonasi, prestasi yang dilihat dari nilai akademik yang dalam hal ini nilai raport dan adanya jalur prestasi non akademik," ucap Imam.

Imam mengatakan, secara umum pihaknya dan pihak sekolah hingga orang tua siswa mendukung penuh adanya pembatasan ujian nasional tersebut karena hal ini kerap membebani proses kegitan belajar mengajar (KBM) siswa.

"Jadi untuk sekarang UN itu jangan jadi beban dulu karena kondisinya saat ini tidak pas untuk membebani siswa maupun orangtua," ucapnya.

Melihat kondisi dan situasi saat ini atau di tengah penyebaran virus corona, kata Imam, ada hal yang lebih penting dari pada UN yaitu kesehatan anak-anak dan kesehatan bagi semua masyarakat yang lain.

Ini Empat Jalan Utama yang Ditutup di Kota Bandung, Sering Dilalui Wisatawan dan Banyak Perkantoran

RESMI, ASN Pemprov Jabar Bisa Kerja dari Rumah Sampai Tanggal 29 Mei

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved