Virus Corona di Jabar

Bea Tiket Kereta Api Dikembalikan 100 Persen ke Penumpang, Imbas Rencana Dilarang Mudik Lebaran

Bea tiket kereta api dikembalikan 100 persen ke penumpang. Imbas rencana dilarang mudik Lebaran.

Tribun Cirebon/Imam Baehaqi
Sejumlah penumpang saat memasuki peron Stasiun Cirebon, Jalan Inspeksi, Kota Cirebon, Sabtu (28/3/2020). 

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Pemerintah berencana untuk meniadakan program mudik pada Lebaran tahun ini untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19.

Bahkan, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, telah mengeluarkan maklumat larangan mudik di tengah situasi pandemi virus corona ini.

Status tanggap darurat pandemi Covid-19 juga ditetapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga 29 Mei 2020.

Karena itu, PT KAI Daop 3 Cirebon akan mengembalikan bea tiket 100 persen kepada penumpang yang membatalkan pembelian tiketnya.

Menurut Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Luqman Arif, pengembalian bea 100 persen itu berlaku untuk penumpang yang telah memesan tiket keberangkatan kereta api hingga 29 Mei 2020.

"Bea tiketnya dikembalikan, dan pembatalannya bisa melalui aplikasi KAI Access maupun datang langsung ke stasiun," kata Luqman di Stasiun Cirebon, Jalan Inspeksi, Kota Cirebon, Sabtu (28/3/2020).

Ia mengatakan, batas waktu pembatalan tersebut dapat dilakukan maksimal hingga 30 menit sebelum jam keberangkatan kereta api.

Dalam kondisi normal setiap pembatalan tiket bea yang dikembalikan ke penumpang hanya 75 persen dari harga tiket. Sebab, ada bea 25 persen yang dibebankan kepada penumpang yang membatalkan pemesanan tiket kereta api.

"Namun, sekarang bea tiket itu dikembalikan sepenuhnya kepada penumpang," ujarnya.

Ia juga mengakui masa tanggap darurat yang ditetapkan BNPB bersamaan dengan pelaksanaan angkutan Lebaran PT KAI.

Halaman
12
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved