Banyak Tenaga Kesehatan Ditolak Pulang ke Rumah, Pemprov Jabar Sediakan Tempat Tinggal Sementara

Banyak perawat dan tenaga kesehatan rumah sakit rujukan pasien virus corona di Jabar dapat penolakan dari pemilik kost atau tetangga tempat tinggalnya

Tribun Jabar/M Syarif Abdussalam
ILUSTRASI: Simulasi penanganan pasien dalam status pengawasan virus corona di RSHS Bandung, Jumat (6/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah perawat dan tenaga kesehatan rumah sakit rujukan pasien virus corona di Jawa Barat mendapat penolakan dari pemilik kost atau tetangga tempat tinggalnya agar tidak pulang ke tempat tinggalnya masing-masing selama merawat pasien virus corona.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Berli Hamdani. Berli mengatakan, saat ini terdapat lebih dari 50 perawat Rumah Sakit Hasan Sadikin yang juga ditampung di UPTD Pelatihan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat di Kota Bandung.

"Dari hari Jumat (27/3). Infonya pemilik kost menolak," ujar Berli melalui ponsel, Minggu (29/3/2020).

Emil Ajak Swasta Bantu Sediakan APD, dan Siapkan Hotel bagi Perawat yang Ditolak Pulang Tetangganya

Berli menambahkan, permasalahan ini juga dialami oleh perawat-perawat dan tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan corona di Jabar lainnya. Hanya saja, dia sampaikan, pihaknya masih melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah perawat yang mendapatkan perlakuan serupa.

"RS rujukan lainnya masih belum fixed datanya. Sebagian masih kami carikan tempat di dekat tempat tugasnya masing-masing," katanya.

Disinggung mengenai sarana yang diberikan kepada perawat selama ditampung di UPelkes Dinkes Jabar, dia mengatakan pihaknya hanya diminta menyediakan akomodasi menginap.

"Lain-lainnya oleh RSHS dan masih akan dibicarakan di hari Senin. Karena bukan hanya perawat RSHS tapi juga beberapa RS lainnya," ungkapnya.

Adapun akomodasi menginap untuk para perawat yang disediakan oleh Dinkes Jabar ini, dia sampaikan, dilakukan agar memberikan rasa aman. Khususnya untuk masyarakat dan para petugas medis yang ditampung.

"Karena berbagai alasan, terutama untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dan juga petugas yang ditampung tersebut," katanya.

Halaman
12
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved