Virus Corona di Jabar

UN Dihapus Karena Darurat Corona, Ini 4 Kriteria Kelulusan untuk Pelajar di Jabar Tahun Ini

Pemerintah pusat telah memutuskan untuk membatalkan Ujian Nasional untuk tingkat SMP dan SMA tahun ini.

Tribun Jabar/Siti Masithoh
ilustrasi ujian nasional 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhammad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah pusat telah memutuskan untuk membatalkan Ujian Nasional untuk tingkat SMP dan SMA tahun ini.

Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat juga memberikan pedoman mengenai pelaksanaan aturan tersebut dalam Dalam Surat Edaran Nomor 443/3718-Set.Disdik

"Dengan dibatalkannya UN Tahun Pelajaran 2019/2020, maka keikutsertaan UN tidak menjadi syarat kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan," ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dewi Sartika, di Bandung, Sabtu (28/3/2020).

Masa Belajar di Rumah untuk Pelajar di Jawa Barat Diperpanjang, Begini Cara Guru Menilai

Ia juga mengatakan bahwa kelulusan peserta didik didasarkan pada empat kriteria.

Di antaranya adalah menyesuaikan semua program pembelajaran, memperoleh nilai sikap atau perilaku minimal baik, memiliki nilai Ujian Sekolah, dan memperoleh nilai sesuai Standar Kelulusan Minimal yang ditetapkan oleh Satuan Pendidikan.

Terkait Ujian Sekolah, pelaksanaan dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi, penugasan, tes daring, dan/atau bentuk asesmen jarak jauh lain tanpa mengumpulkan peserta didik di suatu tempat, kecuali yang telah dilaksanakan sebelum keluarnya SE Mendikbud RI No. 4/2020.

"Ujian sekolah dalam bentuk tulis masih dapat dilaksanakan, dengan catatan peserta didik tidak dikumpulkan di sekolah atau tempat lain, tetapi dilaksanakan melalui daring atau jarak jauh," tutur Dewi.

Sementara nilai Uji Kompetensi Keahlian (UKK) untuk siswa SMK diambil dari rata-rata nilai praktik semester 1-5 untuk SMK 3 tahun dan semester 1-7 untuk SMK 4 tahun.

Sebagai ganti UKK tidak dilaksanakan, sekolah dapat membuatkan Skill Passport yakni sertifikat berisi nilai mata pelajaran produktif nilai-nilai dari kelas X, XI, dan XII.

"Sekolah dapat melaksanakan dan memfasilitasi pelaksanaan uji sertifikasi kompetensi bagi peserta didik tahun 2019/2020 setelah mereka dinyatakan lulus sekolah serta situasi dalam masa darurat Covid-19 telah kembali pulih dan aman," ucap Dewi.

Terkait ujian akhir semester untuk kenaikan kelas, Dewi mengatakan, teknis pelaksanaan diserahkan kepada pihak sekolah namun tetap memperhatikan SE Mendikbud RI No. 4/2020.

Ujian akhir semester juga digelar tanpa mengumpulkan siswa di satu tempat.

"Surat dan petunjuk teknis yang telah disampaikan sebelumnya, masih tetap dipedomani dengan penyesuaian atas surat ini. PBM di rumah dan pelaksanaan tugas pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan masa berlakunya bisa diperpanjang sesuai kebutuhan penanganan darurat wabah Covid-19," ujarnya.

Cegah Covid-19, Dedi Mulyadi Minta Ridwan Kamil Setop Bus dan Elf Antar Kota Dalam Provinsi

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved