Kota Tasikmalaya Belakukan Karantina Wilayah, Pemkot Minta Angkutan Umum Hentikan Operasi

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tasikmalaya bergerak cepat menindaklanjuti keputusan pemberlakuan karantina wilayah di Kota Tasikmalaya.

Tribunjabar/Cipta Permana
ilustrasi angkutan umum jenis bus 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tasikmalaya bergerak cepat menindaklanjuti keputusan pemberlakuan karantina wilayah di Kota Tasikmalaya.

Walau pemberlakuan karantina wilayah baru akan dimulai Selasa (31/3/2020), namun pihak Dishub sudah membuat surat tentang operasional angkutan umum tertanggal 28 Maret yang ditandatangani Kepala Dishub Kota, Aay Zaini Dahlan.

Dalam surat bernomor 550/03/DISHUB tersebut, disebutkan bahwa terhitung mulai Minggu tanggal 29 Maret semua angkutan umum antar kota antar provinsi (AKAP), antar kota dalam provinsi (AKDP), dan angkutan umum perbatasan, diminta berhenti beroperasi.

Kota Tasikmalaya Batasi Akses Keluar Masuk, TNI dan Polri Berjaga di Pos Perbatasan

Dalam surat itu disebutkan, penghentian sementara semua angkutan yang masuk dan keluar Kota Tasikmalaya didasarkan hasil pertimbangan matang Pemkot Tasikmalaya dengan didukung TNI dan Polri.

"Keputusan itu dikeluarkan dalam rangka peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan virus corona di Kota Tasikmalaya," kata Aay.

Selain itu juga mencermati perkembangan terkini penularan Covid-19.

Saat ini di Kota Tasikmalaya, sudah ada lima orang yang didiagnosis terinfeksi virus corona dan satu warga lainnya meninggal saat berstatus pasien dalam pengawasan atau PDP.

Sementara pihak pengusaha angkutan umum yang sudah menerima surat tersebut, sempat mempertanyakan kewenangan Dishub Kota Tasikmalaya menghentikan operasional bus AKAP dan AKDP.

"Bus AKAP dan AKDP itu kan izinnya dari pemerintah pusat serta pemerintah provinsi. Apakah Dishub Kota Tasikmalaya memiliki kewenangan untuk menghentikan operasionalnya," ujar seorang perwakilan perusahaan otobus AKP yang enggan disebutkan namanya.

Pasien Positif Covid-19 di Kota Tasik Tambah 4 Orang, Pemkot Lacak Orang yang Kontak dengan Mereka

Cegah Covid-19, Dedi Mulyadi Minta Ridwan Kamil Setop Bus dan Elf Antar Kota Dalam Provinsi

Penulis: Firman Suryaman
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved