Breaking News:

Akses Masuk Kompleks Derwati Mas Diperketat untuk Antisipasi Virus Korona

Kami juga mengimbau kepada tamu agar mengenakan masker selama berada di dalam kompleks. Ini demi kebaikan bersama.

ISTIMEWA
SPANDUK imbauan dipasang di pintu masuk Derwati Mas Estate. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pengurus Forum Warga Derwati Mas Estate membuat satu kebijakan di tengah mewabahnya virus korona di Indonesia. Ada pengetatan yang dilakukan di pintu masuk kompleks yang terletak di Jalan Derwati, Kota Bandung, sejak Jumat (27/3).

"Kami meminta maaf kepada warga dan tamu karena ini merupakan antisipasi yang kami lakukan agar bisa memutus penyebaran virus korona," ucap Ketua Forum Warga Derwati Mas, Ahmad Yani, Sabtu (18/3).

Yani mengatakan, pihak satuan pengamanan (satpam) dibekali "senjata" lain agar Covid-19 tidak masuk ke dalam perumahan. Senjata itu adalah hand sanitizer dan cairan disinfektan. Setiap orang yang melewati pintu gerbang akan disemprot disinfektan, begitu juga kendaraannya.

"Kami juga mengimbau kepada tamu agar mengenakan masker selama berada di dalam kompleks. Ini demi kebaikan bersama," ucapnya.

Dia menjelaskan, sesuai anjuran pemerintah, masjid di dalam kompleks tidak lagi menggelar salat Jumat sejak Jumat (27/3). Penyelanggaraan salat Jumat akan digulirkan lagi kalau wabah virus korona dinyatakan hilang.

PETUGAS keamanan Derwati Mas Estate menyemprotkan hand sanitizer ke tangan tamu sebaga langkah antisipasi agar virus korona tidak masuk kompleks.
PETUGAS keamanan Derwati Mas Estate menyemprotkan hand sanitizer ke tangan tamu sebaga langkah antisipasi agar virus korona tidak masuk kompleks. (ISTIMEWA)

"Kepada warga, saya juga mengimbau agar tetap di rumah, tidak perlu keluar kalau enggak mendesak. Selain itu harus tetap memberlakukan sikap jaga jarak dan membiasakan cara hidup sehat seperti selalu mencuci tangan," katanya.

Untuk warga yang baru dari luar kota atau luar negeri, dia mengharapkan agar dengan sukarela mengisolasi diri di rumah selama 14 hari. Seandainya ada gejala, selanjutnya bisa menghubungi hotline rumah sakit atau pemerintah.

"Semoga dengan langkah-langkah yang kita lakukan, kita menjadi pemenang dalam melawan virus korona sehingga secepatnya kehidupan kita normal lagi," ujar Yani. (*)

Penulis: Giri
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved