Meski Banjir Bandang Terjang 3 Desa, Camat Gunung Halu: Alhamdulillah, Tak Ada Korban Jiwa

Banjir bandang yang menerjang tiga desa di Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat (KBB)

Meski Banjir Bandang Terjang 3 Desa, Camat Gunung Halu: Alhamdulillah, Tak Ada Korban Jiwa
Istimewa
Kondisi terkini pascabanjir di Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (27/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, GUNUNG HALU- Banjir bandang yang menerjang tiga desa di Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat ( KBB ) dipastikan tidak sampai mengakibatkan adanya korban jiwa.

Tiga desa yang terdampak banjir pada Kamis (26/3/2020) itu adalah Desa Gunung Halu, Desa Bunijaya, dan Desa Sirnajaya. Sejumlah rumah, area persawahan, fasilitas umum, dan pasantren terendam banjir.

Camat Gunung Halu, Hari Mustika, mengatakan, banjir bandang tersebut hanya menyebabkan kerugian materi untuk pemilik rumah dan pondok pesantren Al-Jihad yang tergenang air dari luapan Sungai Cidadap.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa tapi kalau kerugian materi jelas ada yang dialami pemilik rumah yang tergenang banjir," ujar Hari Mustika saat dihubungi Tribun Jabar, Jumat (27/3/2020).

Untuk upaya sementara, pihaknya sudah mengungsikan warga yang terdampak dan masih melakukan pengecekan di lokasi untuk memastikan luas area persawahan yang terendam.

"Dalam penanganan ini yang kita prioritaskan agar tidak ada korban jiwa. Adapun untuk warga yang mengungsi sudah diungsikan ke keluarga terdekat," katanya.

Kondisi terkini pascabanjir di Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (27/3/2020).
Kondisi terkini pascabanjir di Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (27/3/2020). (Istimewa)

Tiga Desa di Gunung Halu KBB Terendam Air dan Lumpur dari Banjir Bandang, 150 Jiwa Terdampak

Sungai Cidadap Meluap, Banjir Bandang Terjang Gunung Halu

Untuk saat ini pihaknya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB melakukan pembersihan material sisa banjir di sejumlah titik dan rumah-rumah warga yang terdampak, termasuk melakukan pendataan ulang.

"Kita masih melakukan pembersihan dan akan mendata secara untuh lokasi mana saja yang belum terdata setelah adanya luapan air dari Sungai Cidadap," ucap Hari Mustika.

Warga Kampung Pasanggrahan, Desa Sirnajaya, Lia (45) mengatakan, saat hujan deras, sebelum maghrib terdengar suara gemuruh air dari sungai dan tiba-tiba air masuk ke dalam rumahnya dengan ketinggian selutut orang dewasa.

"Memang airnya dari sungai yang meluap karena arusnya deras," ujar Lia saat dihubungi.

Ia mengatakan, akibat banjir yang datang secara tiba-tiba itu membuat ia dan anggota keluarga lainnya tidak sempat menyelamatkan harta benda yang ada di dalam rumah.

"Sofa, kasur, kulkas, dan barang elektronik lainnya terendam. Alhamdulillah yang penting kami selamat dulu saja," katanya.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved