Jumat, 10 April 2026

Mal atau Pusat Perbelanjaan di Kota Bandung Kompak Tutup

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) Provinsi Jawa Barat masih menunggu laporan dari kabupaten dan kota di Jawa Barat terkait penutupan . . .

TRIBUN JABAR/TIAH SM
ILUSTRASI: Bandung Indah Plaza Mall (BIP) Jalan Merdeka Kota Bandung, Kamis (01/09/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) Provinsi Jawa Barat masih menunggu laporan dari kabupaten dan kota di Jawa Barat terkait penutupan operasional mal dan pusat perbelanjaan guna menekan penyebaran virus corona Covid-19.

Kepala Dinas Indag Jabar Mohamad Arifin Soedjayana mengatakan pusat perbelanjaan di daerah dilaporkan sudah mulai menutup secara mandiri.

Namun dalam laporan yang didapat baru mal di Kota Bandung yang mulai serempak menutup operasi.

Viral Video Perempuan Tergeletak di Jalan di Cimahi, Dikaitkan dengan Corona, Ini Fakta Sebenarnya

Pandemi Corona, Pemkab Akan Periksa Kesehatan Setiap Orang yang Masuk ke Sukabumi

“Sudah banyak yang mulai tutup, kebijakan ini dikembalikan ke masing-masing pengelola saja, kami tidak memberikan saran atau perintah khusus karena tampaknya social distancing dan work from home mulai diterapkan cukup bagus,” katanya di Bandung, Jumat (27/3/2020).

Menurutnya pusat perbelanjaan yang relatif disiplin dan kompak melakukan penutupan operasi baru terjadi di Kota Bandung.

Pihaknya belum mendapatkan laporan dari wilayah yang tercatat memiliki jumlah ODP (orang dalam pemantauan) dan PDP (pasien dalam pengawasan) tinggi seperti di Bogor, Depok, dan Bekasi, menerapkan kebijakan penutupan ini.

“Sementara Kota Bandung pengelola pusat perbelanjaannya disiplin. Karena meski ada kebijakan social distancing ada yang masih ramai dikunjungi, jadi penutupan ini tepat. Kalau di Bogor, Depok, dan Bekasi yang jumlah mal besarnya tinggi belum,” ujarnya.

Selain itu pihaknya juga memastikan bahwa kebijakan penyemprotan disifektan di pasar-pasar tradisional sudah banyak berjalan efektif di 27 kabupaten/kota.

Dalam catatan pihaknya, Pemerintah Kota Bandung, Garut, Bogor dan Bandung Barat sudah melaporkan hampir semua pasar tradisional dibersihkan disinfektan.

“Yang lain belum ada laporan resmi, tapi ini mungkin sudah dilakukan dan berjalan di daerah. Untuk disinfektan pasar tradisional kami sendiri memang mengeluarkan himbauan khusus, semetara begitu updatenya,” ujarnya.

Seperti diketahui, beberapa mal di Kota Bandung seperti Parijs van Java, Miko Mall, Ciwalk, Kings, Paskal Hypersquare, Bandung Indal Plaza, Istana Plaza, dan sejumlah pusat perbelanjaan lainnya, memutuskan untuk penutupan sementara operasional dalam satu pekan ke depan.

Dalam mengambil langkah ini, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Arman Hermawan mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan 21 pusat perbelanjaan untuk membantu pemerintah dalam pemutusan rantai penularan virus corona. Arman berharap wabah ini cepat berlalu sehingga usaha yang ada di pusat perbelanjaan dapat pulih kembali.

"Semoga omzetnya dapat kekejar lagi dan dapat beroperasi seperti bulan-bulan biasa. Karena kasihan pegawai yang di bawah pun terkena dampaknya," tutur Arman. (Sam)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved