Hindari Kontak Langsung, Diskominfo dan Satgas Citarum Sosialisasi Covid-19 Lewat Online

Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus menggencarkan sosialisasi dan pemberian informasi mengenai

Hindari Kontak Langsung, Diskominfo dan Satgas Citarum Sosialisasi Covid-19 Lewat Online
Pixabay
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus menggencarkan sosialisasi dan pemberian informasi mengenai penanganan virus corona Covid-19 secara online. Sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pun dilakukan sampai tingkat RW melalui jaringan teknologi informasi.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat Setiaji mengatakan untuk mengantisipasi Covid-19, pihaknya telah merancang upaya sosialisasi PHBS tanpa memerlukan pertemuan langsung dengan warga. Hal tersebut dilaksanakan melalui penyebaran berbagai konten terkait PHBS berupa infografis hingga video yang ditayangkan di berbagai channel media sosial.

"Kita tidak berhenti sosialisasi, tapi tidak melalui pengumpulan massa. Mulai dari publikasi di media sosial, melalui penyebaran informasi di grup WhatsApp para guru untuk diberikan kepada murid, dan sebagainya," kata Setiaji di Bandung, Jumat (27/3/2020).

Dia mengatakan bentuk informasi tersebut berwujud aneka konten grafis hingga video yang interaktif dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan. Selain melalui media sosial, pihaknya juga berupaya meyampaikan pesan PHBS tersebut melalui aplikasi Sapa Warga yang ditujukkan bagi para ketua Rukun Warga (RW) di setiap daerah.

DPMD Kabupaten Cirebon Susun Teknis Penganggaran Dana Desa untuk Pencegahan Covid-19

"Sudah ada informasi juga yang dibagikan melalui aplikasi Sapa Warga, bentuknya berupa infografis dan konten video tentang PHBS yang dikaitkan dengan Covid-19, termasuk imbauan Bu Gubernur (Atalia Ridwan Kamil) tentang cara cuci tangan yang benar," katanya.

Aplikasi tersebut, dia mengatakan, saat ini telah dibagikan kepada 50.000 ketua RW se-Jawa Barat. Namun, jumlah ketua RW yang telah mengakses aplikasi tersebut masih berada di angka 26.000 orang.

Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menegaskan social distancing yang diterapkan di Jabar bukan berarti tidak melakukan kegiatan apapun. Social distancing, kata dia, adalah menjaga jarak saat berinteraksi dan tidak melakukan kegiatan yang sifatnya tidak wajib.

"Jadi, kalau pergi ke pasar untuk membeli kebutuhan itu wajib. Tapi, tips-nya secepat mungkin, kemudian jaga jarak, jangan terlalu dekat, kalau sedang tidak enak badan gunakan masker," katanya. Social distancing adalah cara partisipasi dari warga untuk mencegah pandemi yang sedang beredar terkait virus Corona di Jabar.

Seiring dengan merebaknya virus Covid-19 di Indonesia, Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum pun terus mengimbau warga untuk senantiasa menerapkan PHBS untuk seluruh warga yang tinggal di 626 desa di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

Meski Banjir Bandang Terjang 3 Desa, Camat Gunung Halu: Alhamdulillah, Tak Ada Korban Jiwa

Halaman
12
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved