Setelah Bersihkan Lumpur Sisa Banjir, Warga Kembali Kerja Bakti Untuk Cegah Penularan Virus Corona

Setelah semua d bersihakan, seakan tak ada lelahnya Komunitas Munding Dongkol bersama warga kembali melakukan keja bakti, menyemprotkan disinfektan

Setelah Bersihkan Lumpur Sisa Banjir, Warga Kembali Kerja Bakti Untuk Cegah Penularan Virus Corona
istimewa

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi AM
 
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kampung Bojongasih, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, merupakan salah satu daerah yang beberapa hari lalu terdampak banjir, hingga terdapat titik yang ketinggian airnya mencapai 2,7 meter.

Kemarin warga di Kampung tersebut bersama komunitas Munding Dongkol, TNI, dan Polri, bekerja bakti membersihakan lumpur sisa banjir.

Mereka bekerja sama membersihkan, jalan, gorong-gorong, hingga sekolah.

Pasien PDP Virus Corona yang Meninggal di Indramayu Langsung Dibawa Pihak Keluarga Lalu Dikremasi

Angkutan Umum Masih Operasi di Kota Sukabumi, Forkopimda Semprotkan Disinfektan

Setelah semua d bersihakan, seakan tak ada lelahnya Komunitas Munding Dongkol bersama warga kembali melakukan keja bakti, menyemprotkan cairan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus corona

Ketua Komunitas Munding Dongkol, Acim mengungkapkan, hari ini setelah melakukan penyemprotan desinfektan, langsung membuat tempat cuci tangan untuk para warga.

"Iya itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona. Selain tempat cuci tangan juga kami menyediakan handsanitizer di temoat tersebut," ujar Acim, saat dihubungi tribun jabar, Rabu (25/3/2020).

Acim mengungkapkan, kini baru selesai membuat 3 tempat cuci tangan yang disimpan di tiga titik berbeda.

"Rencananya, ingin bisa membuat 9 tempat cuci tangan di Bojongasih ini. Di simoat di tempat yang strategis dan ramai, sehingga warga bisa memanfaatkannya dengan baik," kata dia.

Acim memaparkan, dengan dibuatnya tempat cuci tangan tersebut, otomatis pihaknya sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat pentingnya cuci tangan dan cara cuci tangan yang baik.

"Sebab dengan cuci tangan yang benar bisa mencegah penularan virus korona," kata dia

Acim mengungkapkan, kini kampungnya masih berpotensi banjir, sebab masih musim hujan.

"Yang dikhawatirkan saat banjir, dan banyak orang berkumpul di pengungsian, jika ada satu saja positif bisa menularkan ke yang lain. Sedangkan di pengungsian satu ruangan diisi oleh banyak orang," tuturnya.

Maka kata Acim, saat banjir tiba sangat dibutuhkan tenaga medis, untuk mengecek suhu tubuh sehingga bisa meminimalisir penularan virus korona.

"Selain itu kami juga sudah bicara dan minta bantuan kepada para donatur, nanti pasti membutuhkan masker dan hansanitizer karena banyak lansia yang mengungsi," ucapnya

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved