Imigrasi Bandung Prioritaskan Pembuatan Paspor untuk Kepentingan berobat

Gieta pun meminta masyarakat yang tak mendesak pergi ke luar negeri untuk menunda pembuatan paspor di tengah pandemi Covid-19.

Imigrasi Bandung Prioritaskan Pembuatan Paspor untuk Kepentingan berobat
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Kantor Imigrasi Bandung, Jumat (6/9/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Selama pandemi virus Covid-19 kantor Imigrasi Bandung akan memprioritaskan pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan paspor untuk kepentingan berobat dan mendesak lainnya.

Kebijakan itu merujuk pada surat edaran nomor : IMI-GR.01.01-2114 TAHUN 2020 tentang pembatasan layanan keimigrasian dalam rangka mencegah virus Covid-19.

Kasi Teknologi dan Informasi Komunikasi Keimigrasian, Kantor Imigrasi Bandung, Gieta Rahayu Primandari mengatakan, surat edaran itu merupakan upaya meminimalisir Covid-19 dengan membatasi pelayanan paspor dan memprioritaskan kebutuhan mendesak seperti orang sakit dan orang dengan kepentingan yang tidak dapat ditunda.

"Kalau memang orang itu sakit, atau kepentingannya tidak mungkin bisa ditunda lagi entah apa itu, ya mangga kita prioritaskan, kita layani. Cuma kalau memang untuk bikin paspor persiapan, entah kapan berangkatnya mah, wah kayanya mah nggak masuk akal. Mereka dapat pilihan untuk stay di rumah kenapa enggak," ujar Gieta Rahayu Primandari, saat dihubungi, Kamis (26/3/2020).

Dikatakan Gita, kebijakan tersebut diambil sebagai salah satu upaya mencegah atau memutus mata rantai penularan virus Covid-19. Sebab, kata dia, masyarakat yang keluar rumah rentan terpapar virus tersebut.

"Artinya membahayakan bagi dirinya sendiri. Terus buat orang banyak. Karena kalau satu kena jadi maparin ke yg lain. Kita ikuti imbauan pemerintah daerah juga," katanya.

Gieta pun meminta masyarakat yang tak mendesak pergi ke luar negeri untuk menunda pembuatan paspor di tengah pandemi Covid-19.

"(yang umum) Bukan tidak dilayani, kalau sudah di kantor kan tetap dilayani. Tapi diimbau agar artinya kalau tidak penting, kalau urgensinya bukan untuk kepentingan berobat atau kepentingan lain hingga membahayakan ya kita tidak akan diprioritaskan, kita prioritaskan yang betul-betul berobat dan sakit," ucapnya.

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved