Bupati Garut Minta Wartawan Ikut Rapid Test, Ini Alasannya
Para wartawan di Kabupaten Garut diminta untuk mengikuti rapid test. Pasalnya para wartawan jadi . . .
Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar Firman Wijaksana
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Para wartawan di Kabupaten Garut diminta untuk mengikuti rapid test.
Pasalnya para wartawan jadi salah satu kategori yang berisiko tinggi terpapar virus corona.
Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengatakan, diikutkannya para wartawan dalam rapid test bukan tanpa alasan. Selama ini, wartawan kerap berhubungan dengan banyak orang.
• 2 Pria Pemeran Video Vina Garut Divonis 2 Tahun 9 Bulan Penjara, Pemeran Wanita Pekan Depan
"Nanti bakal ada (rapid test) untuk wartawan. Kami tunggu alatnya yang dari gubernur untuk dibagikan ke bupati," ucap Rudy di Pendopo Garut, Kamis (26/3/2020).
Rudy menyebut, para wartawan sangat rentan terpapar virus corona. Apalagi sejak awal melakukan peliputan. Perlu dilakukan pemeriksaan agar bisa diketahui kesehatannya.
"Nanti kami prioritaskan yang bekerja di lapangan. Teknisnya akan dirapatkan bersama Forkopimda," katanya.
Menurutnya, ada beberapa sumber pemberian rapid test kepada Pemkab Garut. Selain dari Gubernur Jawa Barat, ada juga dari pemerintah pusat dan yayasan.
"Rencananya hari Jumat akan diadakan rapid test. Kami juga akan tes ke TNI, Polri, paramedis, dan anggota dewan," ujarnya.
Selain paramedis, polisi dan tentara juga jadi garda terdepan dalam pencegahan virus corona. Bisa jadi mereka berhubungan dengan orang yang terpapar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/bupati-garut-rudy-gunawan-2632020.jpg)