Wabah Virus Corona

Belum Sempat Tes Swab, Pasien Status PDP Covid-19 di RS Plumbon Indramayu Meninggal

Dengan meninggalnya pasien PDP tersebut sampai dengan jenazah dikremasi belum didapatkan hasil apakah positif/negatif.

Belum Sempat Tes Swab, Pasien Status PDP Covid-19 di RS Plumbon Indramayu Meninggal
TribunCirebon/Handhika Rahman
RS Mitra Plumbon Indramayu, Rabu (25/3/2020). 

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Pasien inisial T (48) tahun yang meninggal dunia di RS Mitra Plumbon Indramayu dengan status PDP belum dilakukan tes swab oleh tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu.

Dengan meninggalnya pasien tersebut sampai dengan jenazah dikremasi belum didapatkan hasil apakah positif/negatif.

Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid 19, Deden Bonni Koswara mengatakan, pasien tersebut datang ke IGD RS Mitra Plumbon Indramayu pada hari Senin, 23 Maret 2020 pukul 16.25 dgn keluhan panas, batuk berdahak, pilek dan sesak nafas, nyeri kepala, nyeri seluruh badan.

Alhamdulillah, Hasil Rapid Test Covid-19 Ratusan Tenaga Medis RSHS Bandung Negatif

Mengacu pada pedoman yang dikeluarkan oleh Kemenkes, dengan adanya gejala tersebut maka orang itu ditetapkan sebagai PDP (pasien dalam pengawasan).

Dengan status itu pasien harus segera dilakukan rujukan ke RSUD Indramayu sebagai rujukan Covid 19. Akan tetapi sembari menunggu proses rujukan pasien telah meninggal dunia.

"Untuk pemeriksaan swab belum dilakukan karena menunggu pasien berada di RSUD Indramayu yang sudah mampu mengambil sampel baik secara SDM maupun alatnya tapi saat dalam proses rujukan pasien sudah meninggal," kata Deden.

Deden menambahkan, untuk mengantisipasi kelanjutan dari kejadian tersebut selanjutnya tim surveillance dari Dinas Kesehatan sudah melakukan penelusuran dan pemantauan terhadap keluarga maupun karyawan pasien tersebut sesuai protap Kemenkes.

Setelah Seorang Positif, Kini ODP Corona di Kebupaten Sukabumi Meningkat Tajam,

Selama 14 hari kedepan dan akan mengambil langkah-langkah selanjutnya sesuai protap surveillance tersebut.

Deden mengakui, saat ini pihaknya tengah melakukan simulasi membuka perawatan baru jika bed isolasi yang disediakan penuh dan juga berkoordinasi dengan rumah sakit dalam wilayah Indramayu maupun di luar Indramayu jika disini tidak mampu menangani. (*)

Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved