Relawan Bandung Bantu Warga Semprotkan Disinfektan secara Gratis

Dikatakan Joshua Banjarnahor, biasanya timnya memaksimalkan waktu 15-30 menit untuk menyemprot disinfektan dan mengedukasi warga.

Relawan Bandung Bantu Warga Semprotkan Disinfektan secara Gratis
Dokumentasi Tribun Jabar
Joshua Banjarnahor 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Joshua Banjarnahor, inisiator Gerakan Disinfektan Bandung bersama empat orang di timnya masih terus berkeliling memberikan edukasi dan peyemprotan cairan disinfektan.

Sambil menyemprotkan cairan disinfektan di tempat umum seperti masjid, gereja dan rumah warga, ia bersama timnya mengedukasi warga soal pola hidup sehat serta cara membuat cairan disinfektan dan hand sinitizer.

"Ya, kami lakukan penyemprotan ini sejak Minggu. Jadi, sudah berjalan beberapa hari di beberapa tempat, penyemprotan juga menggunakan skala prioritas, misalnya di situ ada OPD atau PDP, kami dahulukan terlebih fasilitas umumnya," ujar Joshua Banjarnahor saat dihubungi, Rabu (25/3/2020).

Dikatakan Joshua Banjarnahor, pada hari pertama, timnya memulai penyemprotan di daerah Cikapundung, Braga, Alun-alun, kemudian bergeser ke Buahbatu, Batununggal, Pasteur, dan Jalan Riau.

"Jadi muter terus, kami kirimkan list nanti dari warga memberikan keterangan. Semua warga bisa mendapatkan layanan ini, hubungi saja +62 812-1403-7780 Whatsapp nya, kalau telepon sibuk. Nanti kami tindaklanjuti dari Whatsapp itu," kata Joshua Banjarnahor.

UPDATE Covid-19 di Kota Cirebon, Dalam Sehari Jumlah ODP Bertambah 40, Kini Jumlahnya 76 Orang

Dampak Mewabahnya Corona, Pemkab Sumedang Hentikan Semua Tahapan Pilkades

Dikatakan Joshua, biasanya timnya memaksimalkan waktu 15-30 menit untuk menyemprot dan mengedukasi warga.

"Jadi dalam waktu 15 menit itu kami ajarkan juga warganya cara membuat disinfektan dan hand sinitizer sendiri, bahan-bahannya juga mudah didapatkan," ucapnya.

"Bebeberapa warga yang menghubungi, saya ajarin mereka, kasih panduannya pembuatan disinfektan seperti apa, harapan saya masyarakat bisa mandiri, kalau misal di daerahnya tidak ada ODP atau PDP ya saran saya lebih baik buat dulu sendiri sambil nunggu antian karena kami mendahulukan skala prioritas," tambanya.

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved