Breaking News:

Heboh Pesan Berantai ODP Corona Meninggal di Sukabumi, Satgas: Hoaks

Heboh pesan berantai ODP corona asal Sukabumi meninggal. Satgas: Hoaks.

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar
Ilustrasi Hoaks 
Laporan Reporter Tribun Jabar M Rizal Jalaludin
 
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Warga heboh kabar meninggalnya orang dalam pemantauan (ODP) virus corona di RSUD Palabuhanratu.
 
Kabar itu beredar melalui pesan berantai di grup WhatsApp.
 
Berikut isi pesan berantai yang sempat viral
 
Assalamualaikum.....sehubungan dengan kabr hari ini. Telah meninggal dunia ODP corona yg beralamat dicisolok, mohon bantu kami tim paramedis untuk menghimbau kpd teman, kerabat,tetangga dan sahabat, agar menuruti himbauan pemerintah untuk tidak bepergian,berkumpul apalgi ngerumpi bwa anak atau menerima saudara dan keluarga yg dari kota. Please...maut memang takdir ALLAH SWT, tp...kita sebagai manusia harus berikhtiar.. Wasalam...semoga kita semua dilindungi dari marabahaya dan musibah..aamiin..do'akan juga saya dan tim puskesmas cisolok agar selalu sehat...dan kuat...aamiin...
 
Koordinator Sekretariat pusat informasi dan koordinasi Covid-19 Kabupaten Sukabumi (Pusikom) atau Satgas Covid-19, Andi Rahman membantah kabar tersebut.
 
Ia mengatakan kabar tersebut merupakan hoaks.
 
Andi menyebutkan yang bersangkutan meninggal dunia bukan karena virus corona, melainkan karena ada riwayat penyakit lain.
 
"Meninggal karena penyakit lain, sebab di test covid negatif, ada hasil balitbangkes masuk ke kami," kata Andi saat dihubungi melalui pesan singkat. Rabu (25/3/2020).
 
Camat Cisolok, Kunia Lismana membenarkan ada warganya yang meninggal dunia di RSUD Palabuhanratu saat diisolasi.
 
"Status PDP-nya benar, tapi sudah ada hasil swab lab dari labkes, hasilnya negatif," ujar Kurnia yang juga ketua Satgas Covid-19 Kecamatan Cisolok.
 
"Dari hasil pemeriksaan lab awal, yang bersangkutan ada penyakit lain yang mohon maaf tidak bisa saya sebutkan dan itu penyebab almarhum meninggal dunia. Kami Satgas Covid kecamatan tidak bisa menyampaikan, itu kewenangan Sekretariat Pusat Informasi Corona Kabupaten," terangnya.
 
Kurnia menjelaskan, korban meningg dunia pagi tadi setelah lima hari yang lalu menjalani pemeriksaan dan perawatan di rumah sakit.
 
Kurnia juga mengatakan, tim RSUD yang mengantarkan dan mengurus jenazah korban menggunakan alat pelindung diri (APD) karena merupakan standar yang harus dilakukan meskipun korban negatif corona.
 
"Meninggalnya tadi pagi dan sudah dikebumikan, kepada masyarakat kami sudah menginformasikan untuk tetap tenang dan tetap waspada, tadi juga sambil memberikan informasi kepada masyarakat sekitar keluarga almarhum," ujarnya.
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved