APD Kian Sulit Didapat, Bupati Sukabumi Sebut Harga Termometer Capai Rp 1,6 Juta

APD kian sulit didapat. Bupati Sukabumi mengatakan harga termometer sampai Rp 1,6 juta.

APD Kian Sulit Didapat, Bupati Sukabumi Sebut Harga Termometer Capai Rp 1,6 Juta
Tribun Jabar/Fauzi Noviandi
Bupati Kota Sukabumi, Marwan Hamami, dan Sekda Kabupaten Sukabumi Iyos Somantri saat menggelar konfrensi pers pada wartawan, Selasa, (24/3/2020) sore. 
Laporan Reporter Tribun Jabar M Rizal Jalaludin
 
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Merebaknya virus corona membuat berbagai perlengkapan sulit ditemukan di pasaran.
 
Masker, hand sanitizer dan alat lain untuk pencegahan pun sudah sulit ditemukan di Ibu Kota Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yaitu Palabuhanratu.
 
Selain masker dan hand sanitzer, alat pelindung diri (APD) lainnya untuk tenaga medis di setiap rumah sakit juga sulit ditemukan.
 
Bahkan, Bupati Sukabumi Marwan Hamami menyebutkan, pendeteksi suhu harganya naik selangit di tengah merebaknya virus corona.
 
Marwan menyebutkan alat pendeteksi suhu awalnya Rp 200 ribu. 
 
Akibat merebaknya virus corona, kini harga pendeteksi suhu menjadi Rp 1,6 juta.
 
"Kendala hari ini kenaikan harga secara umum ekonomi. Pendeteksi suhu saja yang harganya Rp 200 ribu sekarang Rp 1,6 juta," kata Marwan di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran. Selasa (24/3/2020).
 
"Jadi kalau menggunakan dana APBD itu sulit, karena harganya sangat tidak rasional dibandingkan harga yang ditetapkan pemerintah," lanjut Marwan.
 
Sebelumnya diberitakan, akibat kesulitan APD, RSUD Palabuhanratu membuka donasi bagi yang ingin membantu penyediaan APD.
 
Marwan pun tidak mempermasalahkan kondisi tersebut. Karena Ia mengakui bahwa APD saat ini memang sulit.
 
"Ya pasti lah, orang anggaran pemerintah itu kan tidak mudah untuk dieksekusinya. Contoh  ini ada yang punya APD dimanfaatkan dulu," kata Marwan.
Penulis: M RIZAL JALALUDIN
Editor: taufik ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved