Imbas Corona, Pendapatan Hotel di Bandung Menurun Hingga 50 Persen

Jika sebelumnya Bandung selalu dipadati oleh wisatawan untuk berbelanja dan menikmati keindahan kota ini,

Imbas Corona, Pendapatan Hotel di Bandung Menurun Hingga 50 Persen
Gambar mikroskop elektron transmisi menunjukkan virus corona SARS-CoV-2, juga dikenal sebagai 2019-nCoV, virus coronavirus yang menyebabkan COVID-19 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Jika sebelumnya Bandung selalu dipadati oleh wisatawan untuk berbelanja dan menikmati keindahan kota ini, sejarang tampak berbeda setelah muncul virus corona.

Pandemi Covid-19 ini berdampak sepinya kafe, restoran, hotel, dan tempat wisata.

Pengunjung lokal yang biasanya hanya sekadar nongkrong untuk minum kopi dan bahkan menjadi sebuah working space kini hanya diperbolehkan beraktivitas di rumah demi keselamatan.

Melihat kondisi ini Ketua PHRI Jabar Herman Muchtar, mengatakan saat ini tingkat okupansi hotel dan restoran di Jabar mengalami penurunan yang cukup siginifikan sejak Februari lalu.

"Ini mengakibatkan penurunan tingkat pendapatan hotel dan hunian sebesar 25 sampai 50 persen okupansi dan penurunan harga 10 sampai 15 persen," ujar Herman pada keterangan yang diterima Tribun Jabar, Selasa (24/3/2020).

Wabah Virus Corona Mereda, China Cabut Lockdown di Wuhan 8 April, Warga Boleh ke Luar Kota

Dia pun mengusulkan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dan pemerintah daerah di 27 kabupaten/kota se-Jabar membuat suatu keputusan atau sikap bersama yang mendukung bertahannya ekosistem pariwisata khususnya hotel dan restoran.

"Harus ada keputusan bersama, seperti soal penurunan (keringanan) pajak, pengalihan anggaran promosi wisata, dan sebagainya," tutur Herman.

PHRI Jabar pun berharap pemerintah dan pelaku industri pariwisata lainnya di Jabar aktif melakukan kampanye positif dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19 serta menerapkan SOP kerja yang memberikan rasa aman, nyaman, dan tenang terhadap kolega, klien, dan pelanggan.

Kepada perbankan, PHRI Jabar berharap agar cicilan ke bank bisa diringankan melalui keputusan pemerintah pusat yang didorong oleh pemerintah daerah.

Sebab, industri perhotelan merupakan industri padat modal kerja serta melibatkan pelaku mitra UKM sebagai pendorong ekonomi rakyat.

Kumpulan Ucapan Hari Raya Nyepi Beserta Artinya, Kirimkan ke Sahabat hingga Keluarga via WhatsApp

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jabar Dedi Taufik mengatakan, pihaknya akan mengirim surat kepada pemerintah pusat melalui kementerian terkait agar pariwisata di Jabar turut menjadi perhatian dalam pemberian diskon dan insentif sektor pariwisata.

Menurut Dedi, Jabar memiliki 1.224 destinasi wisata baik wisata alam, buatan maupun budaya.

"Kita ingin pemerintah pusat pun mendengar keluhan para pelaku pariwisata di wilayah Jawa Barat akibat mewabahnya virus Corona," ujarnya.

Penulis: Putri Puspita Nilawati
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved