Wabah Covid-19 di Jepang Mulai Mereda

Asosiasi mengumumkan adanya 290 kasus. Ada 47 kasus di Perfektur Osaka, 41 kasus di Perfektur Kanagawa, dan 36 kasus di Tokyo.

Wabah Covid-19 di Jepang Mulai Mereda
Gambar mikroskop elektron transmisi menunjukkan virus corona SARS-CoV-2, juga dikenal sebagai 2019-nCoV, virus coronavirus yang menyebabkan COVID-19 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNJABAR.ID, TOKYO - Pandemi corona yang terjadi di Jepang saat ini sudah mulai mereda sedikit demi sedikit.

"Tampaknya pandemi corona sudah mengalami penurunan grafik penularan, situasi kondisi sudah mulai meredam sedikit demi sedikit," papar Satoshi Kamayachi, pimpinan manajemen krisis penyakit menular, anggota dewan ahli khusus pemerintah Jepang untuk pandemi Corona dalam acara TV Asahi, Senin (23/3/2020).

Meskipun demikian diharapkannya semua tetap waspada, melakukan hal-hal sesuai dengan imbauan dari pemerintah Jepang selama ini seperti menjaga jarak, pakai masker, cuci tangan dan sebagainya.

Sementara itu tanggal 18 Maret lalu Asosiasi Medis Jepang melaporkan bahwa "kasus yang tidak pantas" ditolak oleh pusat kesehatan masyarakat nasional untuk tes PCR untuk menentukan apakah mereka memiliki jenis baru infeksi coronavirus, meskipun dokter menganggap pengujian diperlukan.

Asosiasi mengumumkan adanya 290 kasus. Ada 47 kasus di Perfektur Osaka, 41 kasus di Perfektur Kanagawa, dan 36 kasus di Tokyo.

Di dalam urutan itu, mengkonfirmasi kasus di mana pasien pneumonia ditolak untuk dilakukan tes PCR.

Mengenai latar belakang terjadinya kasus yang tidak pantas, Kamayachi mengungkapkan, "Saya pikir latar belakang terbaik adalah tidak adanya ruang atau kesempatan untuk menguji semua kasus di setiap wilayah karena keterbatasan alat tes."

Tujuan dari survei ini adalah untuk membantu memastikan bahwa inspeksi yang diperlukan dapat dilakukan dengan lancar di setiap wilayah.

Kantor Japan Union serikat buruh Jepang yang menerima banyak konsultasi akhir-akhir ini.
Kantor Japan Union serikat buruh Jepang yang menerima banyak konsultasi akhir-akhir ini. (Foto NHK)

Kasus-kasus yang ditentukan oleh dokter perlu dihubungkan ke tes PCR tetapi tidak benar-benar menghasilkan tes didefinisikan sebagai "tidak tepat."

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved